Sebanyak 9.700 Rumah tidak Layak Huni di Nganjuk belum Tersentuh Bantuan
Dinas Perkim Nganjuk telah membantu 2.000 dari 11.700 rumah tidak layak huni dengan bantuan Rp20 juta, masih ada 9.700 rumah yang menunggu penanganan pemerintah.
NGANJUK, SJP—Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Nganjuk mencatat dari total 11.700 rumah tidak layak huni (RTLH) yang terdata, baru sekitar 2.000 unit yang mendapatkan penanganan melalui berbagai program pemerintah.
Kepala Dinas Perkim Kabupaten Nganjuk, Mashudi Nurul Huda, menjelaskan bahwa pihaknya mengupayakan bantuan dana Rp20 juta per unit untuk perbaikan RTLH.
“Bantuan yang kami serahkan sebesar Rp20 juta yang langsung masuk ke rekening penerima bantuan pembangunan RTLH di Bank Jatim,” ujar Mashudi, Jumat (25/7/2025).
Menurut Mashudi, dari total dana tersebut Rp17,5 juta dialokasikan untuk material, dan Rp2,5 juta untuk ongkos tukang. Bantuan ini diberikan kepada rumah dengan kondisi rusak berat, sedangkan rumah rusak ringan mendapat bantuan sesuai tingkat kerusakan.
Penerima bantuan merupakan rekomendasi dari kepala desa setempat yang membuat proposal pengajuan ke Dinas Perkim.
“Kami berharap semoga dengan program bantuan RTLH ini, ke depan, semua masyarakat Nganjuk memiliki rumah layak huni,” imbuh Mashudi.
Mashudi juga menyampaikan, masih terdapat sekitar 9.700 unit rumah yang belum tersentuh bantuan. Jumlah ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemkab Nganjuk untuk segera dituntaskan.
“Dari jumlah total RTLH yang kita akumulasi, pemerintah sudah menangani kurang lebih dua ribu unit. Sisanya sekitar sembilan ribuan rumah masih menunggu penanganan,” jelasnya.
Dia menambahkan, penanganan RTLH dilakukan secara bertahap dengan mekanisme diawali dari laporan dan proposal kepala desa yang kemudian diverifikasi langsung oleh tim dinas di lapangan.
“Kita terus mengusulkan ke pemerintah kabupaten, termasuk melihat langsung kondisi di lapangan seperti apa. Tapi tetap perlu dukungan semua pihak agar PR ini bisa cepat tuntas,” lanjutnya.
Mashudi berharap agar masyarakat dapat berperan aktif melaporkan kondisi RTLH di lingkungan masing-masing agar pendataan lebih akurat dan program bantuan tepat sasaran.
“Kami juga mengimbau warga untuk aktif melaporkan rumah yang belum mendapatkan bantuan agar kami bisa menindaklanjuti dengan cepat,” tutupnya. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

