Sebabkan Serbuan Lalat, Pemilik Kandang Ayam di Jombang Disemprot DLH
Lokasi tersebut sebelumnya pernah dihentikan operasionalnya, namun belakangan kembali beroperasi tanpa perbaikan manajemen lingkungan yang memadai.
JOMBANG, SJP — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang akhirnya memberikan peringatan keras kepada pengelola kandang ayam di Dusun Balongampel, Desa Sepanyul, Kecamatan Gudo. Hal ini menyusul verifikasi lapangan (verlap) yang membuktikan aktivitas pascapanen di kandang tersebut menjadi biang keladi aroma busuk dan serbuan ribuan lalat yang meneror warga.
Fenomena yang menjadi langganan tahunan ini sempat memicu kemarahan warga. Masyarakat di wilayah terdampak mengaku kehilangan kenyamanan hidup, mulai dari gangguan saat makan hingga sulitnya beristirahat akibat bau menyengat yang menusuk hidung.
Kepala Desa Sepanyul, Dedy Anugrah Dwi P., mengonfirmasi bahwa sumber masalah berasal dari kandang di sisi utara desa.
Mirisnya, lokasi tersebut sebelumnya pernah dihentikan operasionalnya, namun belakangan kembali beroperasi tanpa perbaikan manajemen lingkungan yang memadai.
"Kami berterima kasih kepada DLH yang telah merespons. Hari ini pihak dinas sudah memberikan arahan tegas kepada pemilik agar melakukan perawatan ekstra," ujar Dedy kepada wartawan, Kamis (16/4/2026).
Dalam sidak tersebut, DLH mengeluarkan instruksi yang tidak bisa ditawar. Pemilik kandang, Sugeng, diwajibkan melakukan penyemprotan lalat secara rutin menggunakan insektisida efektif, bukan sekadar air, serta melakukan pembersihan total kotoran ayam segera setelah panen berakhir tanpa penundaan.
Selain aspek lingkungan, pemerintah desa juga menyentil lemahnya empati dan tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility) pemilik usaha.
Dedy menegaskan mekanisme pembagian kompensasi daging ayam yang selama ini dinilai merepotkan masyarakat terdampak.
"Kami meminta mekanisme kompensasi diperbaiki. Berikan langsung ke rumah warga atau melalui Ketua RT, jangan malah warga yang diminta datang ke kandang. Itu adalah bentuk empati minimal atas dampak yang mereka rasakan," tegas Dedy.
Saat ini, DLH berkomitmen untuk mengawasi ketat proses pembersihan pascapanen guna menjamin kondisi lingkungan kembali kondusif.
Sementara itu, warga masih menunggu realisasi janji pengelola, berharap teror lalat ini tidak menjadi agenda rutin di musim pemeliharaan berikutnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

