Satu Nyawa Anak Melayang di Malang, Pelajaran Penting soal Keselamatan di Jalur KA
Tragedi meninggalnya seorang bocah di jalur kereta api Malang menjadi peringatan keras tentang bahaya aktivitas di sekitar rel dan pentingnya keselamatan publik.
MALANG, SJP – Jalur kereta api masih kerap dipersepsikan sebagai ruang terbuka yang aman, termasuk oleh anak-anak. Padahal, aktivitas sekecil apa pun di sekitar rel menyimpan risiko fatal yang tidak bisa ditoleransi. Tragedi kembali terjadi dan menjadi pengingat keras akan pentingnya keselamatan publik di kawasan perkeretaapian.
Seorang bocah berinisial AMU (6) meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api Jayabaya relasi Malang–Pasarsenen di perlintasan Desa Losari, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Peristiwa itu terjadi saat korban diketahui bermain sepeda di sekitar jalur rel.
Kereta yang melaju dari arah selatan ke utara telah membunyikan klakson peringatan berulang kali. Namun korban tetap berada di area berbahaya hingga akhirnya tertabrak di kilometer 37+300 petak jalan Singosari–Lawang.
Warga yang melihat korban tergeletak di pinggir rel segera memberikan pertolongan dan mengevakuasinya ke Rumah Sakit Prima Husada. Namun, akibat luka serius yang diderita, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Menanggapi kejadian tersebut, Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan belasungkawa mendalam sekaligus menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta api merupakan tanggung jawab bersama.
“Keselamatan di jalur kereta api tidak hanya menjadi tanggung jawab operator, tetapi juga orang tua, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan. Pengawasan terhadap anak-anak harus ditingkatkan agar tidak beraktivitas di sekitar rel,” ujarnya.
KAI Daop 8 Surabaya kembali mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan keselamatan dan tidak menjadikan jalur maupun perlintasan kereta api sebagai tempat bermain atau beraktivitas. Kepedulian dan kewaspadaan kolektif dinilai menjadi kunci utama untuk mencegah tragedi serupa terulang di masa mendatang. (**)
Sumber : beritasatu.com
Editor: Danu
What's Your Reaction?

