Satlantas Polres Tulungagung Beri Bantuan Bentor untuk Korban Tabrak Lari di Pasar Ngemplak

Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP M. Taufik Nabila : Kami sempat berbincang dengan beliau. Bentor itu satu-satunya alat untuk mencari nafkah. Maka kami tergerak untuk membantu. Bentor ini khusus untuk angkutan barang, bukan untuk angkutan penumpang.

17 Feb 2026 - 17:02
Satlantas Polres Tulungagung Beri Bantuan Bentor untuk Korban Tabrak Lari di Pasar Ngemplak
Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP M. Taufik Nabila menyerahkan bantuan satu unit bentor kepada buruh angkut pasar korban tabrak lari. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tulungagung menunjukkan kepeduliannya terhadap korban kecelakaan lalu lintas dengan memberikan bantuan satu unit becak motor (bentor) kepada korban tabrak lari di depan Pasar Ngemplak, Minggu (8/2/2026) dini hari lalu.

Bantuan satu unit bentor diserahkan langsung oleh Kasat Lantas Polres Tulungagung AKP M. Taufik Nabila, kepada korban, Hartoyo (62), warga Kelurahan Tertek, Tulungagung, pada Selasa (17/2/2026). Ia sehari-hari bekerja sebagai buruh angkut pindang di Pasar Ngemplak dengan menggunakan bentor sebagai sarana utama mencari nafkah.

Dalam kasus tabrak lari tersebut, bentor milik korban sempat terseret mobil penabrak dan rusak parah. Melihat kondisi ekonomi korban yang menggantungkan penghasilan dari bentor, Satlantas Polres Tulungagung memberikan bantuan satu unit bentor baru.

“Kami sempat berbincang dengan beliau. Bentor itu satu-satunya alat untuk mencari nafkah. Maka kami tergerak untuk membantu. Bentor ini khusus untuk angkutan barang, bukan untuk angkutan penumpang,” tegas AKP Taufik Nabila.

Kasat Lantas AKP M. Taufik Nabila menjelaskan, kecelakaan bermula saat bentor yang dikemudikan Hartoyo sedang menurunkan barang dagangan berupa ikan pindang di depan pasar sekitar pukul 00.00 WIB.

“Tiba-tiba kendaraan bentor ditabrak dari belakang oleh mobil Isuzu Panther. Bentor sempat terseret dan korban terpental ke sisi kiri jalan sehingga mengalami luka ringan,” jelasnya.

Mobil yang terlibat adalah Isuzu Panther yang dikemudikan Dimyati (62), warga Kelurahan Bago, Tulungagung. Usai menabrak, pengemudi sempat melarikan diri karena panik dan takut dikejar warga. Dalam Pelarian tersebut kendaraan kembali mengalami kecelakaan di wilayah Ngantru. Kendaraan akhirnya dihentikan massa di depan pasar Kras, Kabupaten Kediri.

“Pengemudi mengaku tidak melihat bentor karena posisi kendaraan terlalu ke kiri. Ia ketakutan saat diteriaki warga sehingga memilih melarikan diri,” terang AKP Taufik.

AKP Taufik menambahkan, peristiwa tersebut mencakup dua tempat kejadian perkara (TKP), yakni di depan Pasar Ngemplak dan di wilayah Ngantru. Namun, hanya satu laporan resmi yang masuk yakni dari pihak korban di TKP Pasar Ngemplak.

“Kami melakukan evakuasi terhadap kedua belah pihak. Pengemudi Panther mengalami luka cukup parah dan saat ini masih menjalani rawat jalan, sedangkan korban bentor luka ringan,” ujarnya.

Polisi memastikan tidak ditemukan indikasi pengemudi dalam pengaruh minuman keras. Kondisi lampu kendaraan juga dalam keadaan normal saat kejadian.

Sementara itu seorang anggota kepolisian juga sempat mengalami luka robek ringan di bagian kepala saat proses evakuasi pengemudi mobil. Saat ini kondisinya telah membaik.

Kapolres Tulungagung disebut akan memberikan penghargaan kepada anggota yang terlibat dalam upaya penghentian kendaraan tabrak lari tersebut.

Hartoyo mengaku bersyukur atas bantuan bentor tersebut. Ia setiap hari bekerja mulai pukul 00.00 WIB hingga menjelang subuh sebagai buruh angkut pindang di pasar.

“Kerja mulai tengah malam sampai subuh. Ini memang untuk angkut barang. Dulu sebelum pakai kendaraan ya dipancal,” ujarnya singkat.

Terkait penanganan hukum, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan perkara secara damai. Proses selanjutnya akan dilakukan melalui mekanisme restorative justice (RJ).

“Dua belah pihak sudah sepakat berdamai karena menyadari kejadian ini tidak disengaja. Perkara akan kami gelar dan dilanjutkan dengan proses restorative justice,” pungkas AKP Taufik. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow