Santri Fair 2023: Musik dan Lagu Religi Lesbumi Berjudul 'Kotaku Kota Para Santri' Cerminkan Tauladan Baik

Kemeriahan rangkaian Hari Santri Nasional (HSN) 2023 melalui aksi panggung Santri Fair sejak 30 Oktober - 7 November 2023 di alun-alun Sidoarjo.

01 Nov 2023 - 14:30
Santri Fair 2023: Musik dan Lagu Religi Lesbumi Berjudul 'Kotaku Kota Para Santri' Cerminkan Tauladan Baik
Aksi panggung Santri Fair 2023 dengan tampilan musik dan lagu religi dibawakan Lesbumi PCNU Sidoarjo berjudul Kotaku Kota Para Santri ajak generasi muda menjadi tauladan baik.(Foto:Syahrul Fauzy/SJP)

Kabupaten Sidoarjo, SJP - Lantunan lagu dan musik religi ditampilkan Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) cabang Sidoarjo mengisi kemeriahan rangkaian Hari Santri Nasional (HSN) 2023 dengan lagu berjudul 'Kotaku Kota Para Santri' dalam aksi panggung Santri Fair sejak 30 Oktober - 7 November 2023 di alun-alun Sidoarjo.

Sekretaris Lesbumi PCNU Sidoarjo, Yusri Kriswantoro menjelaskan dengan musik dan lagu-lagu religi ini, menjadi semangat bagi para santri mengisi konser Lesbumi pada peringatan Santri Fair 2023 di Alun-alun Sidoarjo.

Adapun aksi panggung yang menampilkan alunan puisi tentang perjuangan para santri, semangat para santri dan lagu yang disuarakan lewat musik religi punya makna dan membawa pesan moral bagi para pejuang santri di Kabupaten Sidoarjo.

"Ada yang menarik di balik lagu religi yang kami bawakan, dibalik judul Kotaku Kota Para Santri itu, juga tersirat pesan moral khusus bagi para pejuang santriwan santriwati yang mendengarkan teringat masa saat menimba ilmu agama di lingkungan pondok pesantren," terangnya, Rabu (1/11/2023).

Yang menarik adalah salah satu karya ciptaan Yusri Kriswantoro selaku Sekretaris Lesbumi PCNU Sidoarjo, tahun 2021 dikhususkan untuk para pejuang santri sidoarjo. 

Ia menceritakan kisah kehidupan santri yang saat ini sudah semakin banyak keberadaan pondok pesantren di kota maju seperti di Kabupaten Sidoarjo.

Menurutnya, pesantren adalah tempat tempaan banyak kalangan generasi muda belajar ilmu agama mulai kenal mengaji, kemudian majelis ta’lim dan iringan lantunan sholawat, tahlilan, manaqiban, majelisan.

"Saya terinspirasi kota santri karena anaknya mudah menapak toleransi, tidak ada pertikaian, semua harmonis, saling menghargai dan menghormati sesama agama lain. Dan itu bagian dari makna petikan ayat al-quran berbunyi Lakum dinukum waliyadin (bagiku agamaku dan bagimu agamamu,red)," tuturnya.

Secara umum, lanjut Yusri bahwa beradanya agama semakin luas menunjukkan ketegasan bahwa muslim harus menghargai agama orang lain, tapi tidak dengan telaah mencampur adukan ritual agama satu sama lain.

"Yang jelas dengan semangat bersatu yang diterapkan disini justru lahirlah gagasan ide baru muncul untuk membuat lagu bernuansa religi,” kilas Yusri kepada Suarajatimpost.com

Tak hanya mendengar irama musik dan lagu saja, sambungnya. Akan tetapi didalam irama musik religi yang ditampilkan semakin mengajak orang berfikir bahwa Sidoarjo menjadi satu Icon kota santri yang bisa di tiru oleh kota-kota lain.

“Kita ingin sidoarjo menjadi Icon kota santri dan para santrinyapun bisa mencerminkan sosok menjadi tauladan baik harus berpegang teguh pada hubungan antar manusia menjaga keharmonisan, toleransi, saling menghargai, tidak perlu saling bertikai, tidak perlu radikal," pesannya. 

"Maka dari itu, saya katakan menjaga tradisi NKRI Harga mati," tutupnya. (*)

Editor: Trisukma

Pewarta: Syahrul Fauzy/Jefri 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow