Sakit Hati Jadi Pemicu, Cek Cok Mertua-Menantu di Wonodadi Blitar Berakhir Tragis

Polisi mengungkap motif dari peristiwa pembunuhan yang dilakukan oleh menantu perempuan kepada mertua perempuan yang terjadi di Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar. Peristiwa itu terjadi karena tersangka merasa sakit hati dengan mertuanya.

27 Jan 2026 - 20:59
Sakit Hati Jadi Pemicu, Cek Cok Mertua-Menantu di Wonodadi Blitar Berakhir Tragis
Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo bersama jajaran menunjukan barang bukti dari peristiwa pembunuhan mertua yang dilakukan oleh menantu di Desa Gandekan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar. (Foto:Ninda Kinanti)

BLITAR, SJP - Konflik keluarga antara mertua dan menantu berujung maut di wilayah Desa Gandekan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar pada Senin (26/1/2026) malam.

Seorang perempuan lanjut usia SP (70) meninggal dunia di dalam kamar rumahnya, dan polisi menetapkan menantu korban berinisial NV sebagai tersangka.

Pelapor dalam kasus ini adalah anak kandung korban yang merupakan suami dari tersangka. Peristiwa terungkap setelah ia mengantarkan bebek, dan setibanya di rumah mendapati sepeda listrik yang biasanya berada didepan rumah tidak ada. Saat masuk dan memanggil ibunya tidak ada jawaban.

Pelapor kemudian menemukan korban sudah tergeletak di dalam kamar. Istri pelapor NV bersama anak mereka yang berusia satu tahun juga tidak berada di rumah. Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Wonodadi.

Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo mengatakan dari hasil pemeriksaan, penyidik menyimpulkan NV sebagai pelaku. Tersangka diketahui merupakan warga Kabupaten Tangerang dan telah menjadi menantu korban sekitar 1,5 tahun, namun tidak menetap di rumah tersebut.

"Pelapor datang ke rumah sekitar pukul 22.00 WIB, melihat sepeda listrik yang biasanya di depan rumah sudah tidak ada. Saat masuk melihat ibunya sudah tergeletak dan istri beserta anaknya tidak ada," kata dia, Selasa (27/1/2026).

Berdasarkan keterangan tersangka, motif perbuatan dilatarbelakangi rasa sakit hati. Ia mengaku kerap mendapat perlakuan tidak menyenangkan, termasuk caci maki dari korban yang disebut tidak menyukai dirinya sebagai menantu.

Pada hari kejadian, tersangka mengaku sempat diusir korban yang kemudian memicu pertengkaran.

"Sempat ada pertengkaran, lalu korban sempat membawa gergaji ke arah tersangka. Lalu, tersangka mendorong korban hingga masuk ke kamar. Korban terjatuh, lalu tersangka melakukan pencekikan menggunakan tangan dan bantal. Di dalam kamar, tersangka melihat gunting dan menggunakannya untuk melakukan penusukan," jelasnya.

AKBP Kalfaris menyebut korban mengalami beberapa luka tusuk di bagian leher dan perut kanan. Meski sempat meronta, korban akhirnya tidak berdaya. Setelah itu, tersangka membawa anaknya yang berusia satu tahun meninggalkan rumah untuk melarikan diri. Saat kejadian, anak tersebut sebelumnya diketahui tidur di sofa ruang tamu.

"Hasil autopsi menunjukkan adanya luka iris di leher kanan sebanyak dua kali serta tanda-tanda mati lemas akibat kekerasan pada leher. Luka-luka tersebut terjadi saat korban masih hidup," ujarnya.

Lanjut AKBP Kalfaris usai kejadian, tersangka melarikan diri hingga ke wilayah Tulungagung. Berkat kerja sama Polres Blitar dan Polres Tulungagung serta laporan melalui layanan call center di 110, tersangka berhasil diamankan sekitar 2,5 jam setelah pelarian.

Saat ini tersangka telah ditetapkan dan menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi masih mendalami detail kejadian serta melengkapi berkas penyidikan. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow