Sadis! Debt Collector di Jombang Kritis Dibacok Orang Tak Dikenal, Polisi Identifikasi Pelaku
Ketua RT setempat sempat berupaya melerai pertikaian tersebut, namun pelaku yang bertindak brutal langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.
JOMBANG, SJP — Aksi penganiayaan berat menggunakan senjata tajam menggemparkan warga Dusun Kayen, Desa Kayangan, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.
Seorang pria yang berprofesi sebagai penagih utang (debt collector) pinjaman online (pinjol) ditemukan terkapar bersimbah darah setelah terlibat duel maut dengan orang tak dikenal, Senin (26/1/2026).
Peristiwa berdarah itu terjadi tepat pada tengah hari, sekitar pukul 12.00 WIB. Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi, Yuli Fitriani (41), keributan tersebut awalnya dikira warga sebagai suara hewan yang sedang berkelahi. Namun, saat diperiksa, warga menemukan korban sudah dalam kondisi kritis berlumuran darah.
"Awalnya saya kira suara kucing berkelahi, ternyata ada orang dibacok. Korban sudah terkapar dengan luka parah, bahkan jari kelingkingnya nyaris putus," ujar Yuli saat dikonfirmasi, Kamis (29/1/2026).
Ketua RT setempat sempat berupaya melerai pertikaian tersebut, namun pelaku yang bertindak brutal langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.
Di tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sejumlah barang bukti milik pelaku yang tertinggal, di antaranya sarung pisau, ponsel, kacamata, dan helm.
Korban diidentifikasi bernama Dian Bayu Prakoso (37), warga Desa Gondek, Kecamatan Mojowarno.
Saat ini, korban tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasyim Asy’ari, Cukir, akibat sejumlah luka robek dan luka tusuk serius di beberapa bagian tubuh.
Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak cepat melakukan penyelidikan. Berdasarkan keterangan sementara, korban mengaku sudah merasa dibuntuti oleh pelaku sejak pagi hari.
"Modus pelaku adalah mencegat korban dan berpura-pura menanyakan alamat. Namun, tanpa peringatan, pelaku langsung menyerang korban secara membabi buta menggunakan senjata tajam," ungkap AKP Dimas.
Meski identitas pelaku dikabarkan sudah dikantongi oleh pihak kepolisian, motif di balik penyerangan sadis ini masih menjadi misteri.
Polisi tengah mendalami apakah insiden ini berkaitan erat dengan profesi korban sebagai penagih utang atau didasari motif dendam pribadi.
"Kami masih mendalami apakah kejadian ini ada sangkut pautnya dengan pekerjaan korban sebagai debt collector. Saat ini tim buser sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku," pungkasnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

