RUPST 2024 Tunjuk Pimpinan Baru, Bank Jatim Bukukan Laba Rp1,28 Triliun dan Tebar Dividen Rp821 Miliar
Forum RUPST 2024 ini tidak sekadar menjadi ajang pertanggungjawaban korporasi, melainkan momen refleksi atas kontribusi Bank Jatim dalam menggerakkan perekonomian daerah
SURABAYA, SJP— PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) mencatat kinerja positif sepanjang tahun buku 2024.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Kamis (22/5/2025), perseroan melaporkan laba bersih sebesar Rp1,28 triliun dan menyetujui pembagian dividen senilai Rp821,49 miliar atau setara 64,12 persen dari laba tersebut.
Agenda RUPS Tahunan Tahun Buku 2024 terdiri dari:
1. Persetujuan Laporan Tahunan
Perseroan mengenai keadaan dan jalannya perseroan selama tahun buku 2024. Termasuk laporan pelaksanaan tugas pengawasan dewan komisaris selama tahun buku 2024 dan pengesahan laporan keuangan perseroan tahun buku 2024;
2. Penetapan Penggunaan Laba
Bersih perseroan tahun buku 2024. Termasuk pemberian bonus bagi pegawai serta tantiem dan remunerasi untuk direksi dan dewan komisaris;
3. Memberikan kuasa kepada dewan komisaris untuk menunjuk kantor akuntan publik dalam mengaudit laporan keuangan tahun buku 2024;
4. Perubahan anggaran dasar perseroan;
5. Persetujuan recovery plan;
6. Perubahan susunan pengurus perseroan.
Direktur Utama Bank Jatim periode 2020–2024, Busrul Iman menyatakan, capaian dan kinerja positif ini menjadi bukti konsistensi perusahaan dalam menjalankan strategi bisnis berkelanjutan dan memperkuat kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Forum Strategis dan Refleksi Pembangunan Daerah
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang hadir langsung dalam RUPST, menyampaikan bahwa forum ini tidak sekadar menjadi ajang pertanggungjawaban korporasi, melainkan momen refleksi atas kontribusi Bank Jatim dalam menggerakkan perekonomian daerah.
“Jawa Timur saat ini menjadi center of gravity ekonomi Indonesia. Hampir 80 persen logistik Indonesia Timur disuplai dari wilayah ini. Ini mencerminkan sinergi kuat antar pemangku kepentingan, termasuk perbankan daerah seperti Bank Jatim,” jelas Khofifah.
Pertumbuhan Stabil di Tengah Tantangan Global
Khofifah menambahkan, perekonomian Jawa Timur tumbuh stabil sepanjang 2024. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi provinsi ini tumbuh 4,93 persen secara semester ke semester, dan 5 persen secara tahunan pada triwulan I 2025 di atas rata-rata nasional.
“Peningkatan ini didorong oleh tren investasi yang menggembirakan. Total realisasi investasi tahun 2024 mencapai Rp 147,3 triliun atau tumbuh 1,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, serta berkontribusi 8,6 persen terhadap investasi nasional,” tutur Khofifah.
Bank Jatim Jadi Pilar Inklusi dan Dukungan UMKM
Sebagai bagian dari strategi inklusif, Bank Jatim terus memperluas peran dalam pembiayaan sektor riil dan UMKM. Provinsi Jawa Timur selama lima tahun terakhir menjadi penyalur kredit UMKM terbesar di Indonesia menurut data OJK.
“UMKM menyumbang hampir 60 persen terhadap PDRB Jawa Timur. Ini menunjukkan pentingnya peran sektor keuangan, termasuk Bank Jatim, dalam menopang ketahanan ekonomi lokal,” jelas Khofifah.
Gaspol UMKM: Inisiatif Inklusif untuk Pengusaha Kecil
Bank Jatim juga aktif dalam mendukung program Gaspol UMKM (Gerakan Solusi Permodalan UMKM) yang diinisiasi pemerintah daerah. Program ini menjadi motor penggerak akses pembiayaan formal bagi pelaku usaha mikro dan kecil.
“Langkah konkret Bank Jatim melalui Gaspol UMKM mencerminkan keberpihakan nyata pada sektor ekonomi rakyat yang menjadi fondasi perekonomian daerah,” ujar Khofifah.
Fondasi Semakin Kuat, Aset Tumbuh Signifikan
Bank Jatim mencatatkan pertumbuhan aset menjadi Rp118,1 triliun pada 2024, naik 13,76 persen dibanding tahun sebelumnya. Dana pihak ketiga (DPK) meningkat menjadi Rp90,01 triliun, dan kredit yang disalurkan mencapai Rp75,35 triliun.
“Pertumbuhan ini tidak lepas dari prinsip kehati-hatian yang terus kami jaga. Kami juga melakukan koreksi dan evaluasi berkala demi memperkuat fondasi bisnis,” ungkap Khofifah.
Dividen Tinggi, Nilai Tambah bagi Pemegang Saham
Dengan laba bersih Rp1,28 triliun, Bank Jatim menetapkan dividen sebesar Rp54,71 per lembar saham, dengan nilai total Rp821,49 miliar. Jumlah ini menjadi kontribusi penting bagi pemegang saham, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai pemegang saham pengendali.
“Dividen ini mencerminkan manfaat langsung dari kinerja Bank Jatim bagi daerah,” tegas Khofifah.
Dorong Sinergi dan Akselerasi Digital
Bank Jatim juga melanjutkan strategi penguatan sinergi antar-BPD melalui skema Kelompok Usaha Bank (KUB). Setelah menjalin kolaborasi dengan Bank NTB Syariah, kini Bank Jatim dalam proses sinergi lanjutan dengan Bank Lampung, Bank NTT, Bank Sultra, dan Bank Banten.
Di sisi digital, pengembangan platform JConnect diperluas. Pada 2024, Bank Jatim mengalokasikan anggaran lebih dari Rp118 miliar untuk belanja modal dan operasional teknologi informasi guna memperkuat layanan digital.
Pimpinan Baru, Arah Baru
Pemegang saham menyetujui perubahan susunan pengurus dalam RUPST. Winardi Legowo ditunjuk sebagai calon direktur utama menggantikan Busrul Iman, bersama sejumlah nama baru di jajaran direksi dan dewan komisaris.
“Kami optimistis bahwa dengan kepemimpinan baru, Bank Jatim akan semakin adaptif dan kompetitif dalam menjawab tantangan industri keuangan,” ujar Komisaris Utama Independen Bank Jatim, Adi Sulistyowati.
Susunan Calon Pengurus Baru Bank Jatim 2025
Direksi:
- Direktur Utama: Winardi Legowo
- Wakil Direktur Utama: R. Arief Wicaksono
- Direktur Bisnis Menengah, Korporasi, dan Jaringan: Arif Suhirman
- Direktur Kepatuhan: Umi Rodiyah
- Direktur IT, Digital, dan Operasional: Wiweko Probojakti
- Direktur Manajemen Risiko: Wioga Adhiarma Aji
- Direktur Keuangan, Treasury & Global Services: RM Wahyukusumo Wisnubroto
- Direktur Bisnis Mikro, Ritel, dan Usaha Syariah: Tonny Prasetyo
Dewan Komisaris:
- Komisaris Utama Independen: Adi Sulistyowati
- Komisaris: Adhy Karyono
- Komisaris Independen: Muhammad Mas’ud, Dadang Setiabudi
- Komisaris Independen (calon): Asri Agung Putra, Nurul Ghufron
Dewan Pengawas Syariah:
- Ketua: KH Afifuddin Muhajir
- Anggota (calon): Muhammad Nasih, Tamhid Mashudi. (***)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

