Pemkab Bojonegoro Genjot Transformasi Digital, Nilai SPBE Naik Jadi 4,14

Dalam kegiatan tersebut, Pemkab menghadirkan evaluator SPBE dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Nanang Ruswianto, untuk memberikan pendampingan terkait arah transformasi SPBE menuju Pemerintah Digital (PEMDI).

13 May 2026 - 15:42
Pemkab Bojonegoro Genjot Transformasi Digital, Nilai SPBE Naik Jadi 4,14
Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro Edi Susanto. (Foto: Ist/SJP)

BOJONEGORO, SJP – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mendorong penguatan transformasi digital di lingkungan pemerintahan. Salah satunya melalui kegiatan Coaching Clinic Evaluasi Kinerja Pemerintah Digital (PEMDI) Tahun 2026 yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Rabu (13/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Creative Room lantai 6 Gedung Pemkab Bojonegoro itu diikuti perangkat daerah yang tergabung dalam Tim Koordinasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) serta OPD pengampu program prioritas daerah.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkab menghadirkan evaluator SPBE dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Nanang Ruswianto, untuk memberikan pendampingan terkait arah transformasi SPBE menuju Pemerintah Digital (PEMDI).

Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro Edi Susanto mengatakan, penerapan sistem pemerintahan digital di Bojonegoro menunjukkan perkembangan positif. Hal itu terlihat dari peningkatan nilai indeks SPBE dibanding tahun sebelumnya.

Menurutnya, digitalisasi pemerintahan bukan hanya soal penggunaan teknologi, tetapi bagaimana layanan publik bisa berjalan lebih cepat, aman dan mudah diakses masyarakat.

“Transformasi digital ini terus diperkuat agar pelayanan publik semakin terpercaya dan efektif,” kata Edi.

Ia menegaskan, penguatan sistem digital juga harus dibarengi dengan peningkatan keamanan informasi di masing-masing perangkat daerah. Sebab, layanan publik berbasis digital memerlukan sistem yang terintegrasi sekaligus terlindungi dari potensi gangguan keamanan siber.

Selain itu, Edi meminta seluruh OPD memanfaatkan coaching clinic tersebut untuk memperkuat pemahaman terkait indikator evaluasi pemerintah digital, termasuk melengkapi data dukung yang dibutuhkan dalam penilaian nasional tahun 2026.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kominfo Bojonegoro Setiyo Budi Wibowo menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas aparatur dalam menghadapi evaluasi pemerintah digital sekaligus menyamakan persepsi antar perangkat daerah.

“Harapannya seluruh OPD lebih siap melakukan evaluasi mandiri dan memahami indikator penilaian terbaru,” ujarnya.

Di sisi lain, evaluator SPBE dari UGM Nanang Ruswianto mengungkapkan, indeks SPBE Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2024 mencapai angka 4,14 dengan predikat sangat baik. Angka tersebut meningkat dibanding tahun 2023 yang berada di angka 3,65.

Menurut Nanang, arah transformasi SPBE saat ini tidak hanya fokus pada digitalisasi layanan, tetapi juga integrasi data, interoperabilitas sistem, tata kelola pemerintahan hingga penguatan keamanan siber.

“Tujuannya agar pelayanan publik menjadi lebih efisien, transparan dan mudah diakses masyarakat,” katanya. (***) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow