Rumah Pemotongan Ayam di Nganjuk Diduga Buang Limbah ke Sungai dan Timbulkan Bau Tak Sedap, Warga Komplain
Tak hanya itu, dampak dari limbah potong ayam dibuang ke sungai yang letaknya tidak jauh dari rumah pemotongan ayam ini, menduga limbah tersebut berasal dari tempat pemotongan ayam milik pelaku usaha yang tidak bertanggung jawab.
NGANJUK, SJP - Usaha potong ayam milik Edi Susanto warga Jalan Rrambutan Desa Betet, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk dikeluhkan warga setempat. Pasalnya, warga yang tempat tinggalnya dekat dengan rumah pemotongan ayam itu, mengaku resah lantaran adanya bau menyengat dan limbah dari pemotongan ayam yang dibuang ke sungai.
“Aktivitas pembuangan limbah di rumah potong ayam ke sungai ini tidak mesti, terkadang malam hari pukul 24.00 WIB hingga 07.00 pagi, Belum lagi aroma tidak sedap yang muncul dari rumah pemotongan hewan ini yang mengakibatkan warga berkeluh kesah,” ujar warga setempat.
Tak hanya itu, dampak dari limbah potong ayam dibuang ke sungai yang letaknya tidak jauh dari rumah pemotongan ayam ini, menduga limbah tersebut berasal dari tempat pemotongan ayam milik pelaku usaha yang tidak bertanggung jawab.
"Kami mau bilang ke siapa, ini bau busuknya sangat menyengat. Bahkan, kadang sampai masuk ke rumah. Air sungai juga jadi keruh dan berminyak," ujar warga yang dikonfirmasi Suarajatimpost dirumahnya, Sabtu (5/7/2025).
"Kami sudah laporkan ke pihak desa melalui Sekdes. Tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata. Kami khawatir kalau dibiarkan, bisa menimbulkan penyakit," tambahnya.
Sementara itu, pihak Desa Betet melalui Sekdes, Koko Prapistiawan saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan warga terkait pencemaran sungai akibat limbah penyembelihan ayam.
"Kami sudah turun ke lokasi dan sudah saya sampaikan segera berkoordinasi jauh-jauh hari untuk memberikan solusi kepada pelaku usaha, Tapi yang bersangkutan tetap bandel," katanya.
Disinggung terkait polemik ini, apa sudah lama berjalan, Koko menjelaskan, pihaknya mencari solusi terbaik. Menurut Koko, kalau dipertemukan hingga sekarang belum pernah, namun teguran sudah dilakukan berulang-ulang, tapi tidak digubris.
"Sebenarnya kita sudah menegur, dan memberikan solusi, tapi sampai sekarang belum dilaksanakan," ucap Sekdes Desa Betet saat ditemui Suarajatimpost.
Sementara itu, pelaku usaha penyembelihan ayam saat ditemui di rumahnya diwakili oleh istrinya, yakni Linda. Namun dirinya hanya meminta tanda anggota wartawan dan difoto untuk disampaikan kepada suaminya (Edi Susanto) pemilik usaha penyembelihan ayam.
"Maaf mas, boleh minta id card, nanti saya sampaikan ke suami saya," ucap Linda.
Linda menyebutkan, bahwa usaha yang digeluti tidak ada masalah, terkait limbahnya juga tidak dipermasahkan, apalagi sosialisasi kepada tetangga kanan kiri tidak ada yang dipermasalahkan.
"Nanti aja, nunggu suami saya, ini masih di luar," ucapnya.
Disinggung limbah yang dibuang ke sungai masih ada, Linda membantah bahwa semuanya tidak benar. Namun, setelah ditunjukkan bukti rekaman video, ia mengelak bahwa yang membuang limbah adalah pegawainya tanpa memberitahu ke dirinya.
"Itu yang buang bukan saya, tapi pegawai saya tidak bilang ke saya," ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Linda malah mempertanyakan, apakah ada tetangga yang protes dan mempertanyakan soal kebenaran limbah tersebut kepada awak media.
"Nanti aja kesini, sorean suami saya datang, nanti dijelaskan," singkatnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

