Rumah Janda di Kencong Jember Nyaris Terbakar, Diduga Ulah OTK
Seorang janda di Kencong, Jember, nyaris kehilangan rumahnya akibat percobaan pembakaran oleh orang tak dikenal. Beruntung api cepat dipadamkan warga. Patonah menduga peristiwa itu sengaja dilakukan, karena ditemukan bekas kain dan pembakaran di beberapa titik rumahnya.
JEMBER, SJP – Patonah (55), warga Dusun Ponjen Kidul, Desa Kencong, Kecamatan Kencong, Jember, hanya bisa menghela napas panjang dan bersyukur setelah rumah yang ia tempati bersama dua anaknya nyaris terbakar pada Kamis (16/10/2025) dini hari.
Janda beranak dua yang tinggal di rumah berukuran 7x6 meter di atas tanah bekas rel kereta api itu mengaku was-was, karena hampir menjadi korban kebakaran yang diduga dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK).
Saat dikonfirmasi, Patonah menceritakan bahwa peristiwa tersebut terjadi ketika ia sedang tertidur lelap bersama anaknya sekira pukul 04.30 WIB.
“Saya tidak tahu kalau ada orang yang sengaja hendak membakar rumah saya. Kalau dilihat dari kejadiannya, api muncul di bagian belakang rumah yang terbuat dari bambu, seolah memang disengaja agar api merembet ke depan,” ujarnya.
Ketika ditanya apakah sebelumnya pernah mengalami kejadian serupa atau memiliki masalah dengan seseorang, Patonah menegaskan bahwa selama 25 tahun tinggal di lokasi tersebut, ia tidak pernah berselisih dengan siapa pun.
“Saya tinggal di sini sudah 25 tahun, tidak punya masalah dengan siapa pun. Ini baru pertama kali terjadi, dan di lokasi kejadian ada bekas kain atau gombal. Jadi saya yakin ini sudah direncanakan,” ungkapnya.
Patonah juga menduga pelaku sengaja membuat kebakaran tampak seperti kejadian biasa agar tidak mencurigakan. Ia bahkan menemukan bekas pembakaran di beberapa titik lain di sekitar rumahnya.
“Selain di pojok rumah, di atas meteran PLN juga ada bekas terbakar. Ini jelas sengaja,” tambahnya.
Sementara itu, Silahudin, warga RT 01 RW 21 yang juga menjadi saksi mata, menceritakan detik-detik ia melihat kobaran api di rumah Patonah.
“Saat pulang dari pasar sekitar Subuh, saya melihat api besar di belakang rumah Bu Patonah. Saya langsung mendekat, ternyata benar, bambu di belakang rumah sudah terbakar dan hampir merembet ke rumah utama. Saya langsung berusaha memadamkannya,” jelasnya.
Menurut Silahudin, bila api tidak segera diketahui, besar kemungkinan rumah tersebut habis terbakar mengingat kondisi angin saat itu cukup kencang.
“Untung saya tahu lebih dulu. Kalau tidak, pasti habis terbakar semua, apalagi waktu itu Bu Patonah dan anaknya masih tertidur pulas,” katanya.
Dari pantauan di lokasi, terlihat sisa-sisa bambu yang terbakar serta bekas gosong di atas meteran listrik. Polisi diharapkan segera menyelidiki dugaan percobaan pembakaran ini. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

