RSUD Sosodoro Siap Naik Kelas Jadi Tipe A, Pemkab Bojonegoro Gaet RSCM dan Pemkab Tulungagung

Kerja sama ini ditegaskan lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bertajuk Transformasi RSUD, Jumat (23/5/2025), yang berlangsung di RSUD Sosodoro Djatiekoesoemo. Momentum ini sekaligus dirangkai dengan peresmian Gedung Pelayanan Jantung dan Pembuluh Darah Terpadu.

23 May 2025 - 16:38
RSUD Sosodoro Siap Naik Kelas Jadi Tipe A, Pemkab Bojonegoro Gaet RSCM dan Pemkab Tulungagung
Bupati Bojonegoro saat meninjau peralatan RSUD Sosodoro. Foto: Abrori/SJP

BOJONEGORO, SJP—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro makin serius dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Salah satu langkah strategisnya adalah menjalin kerja sama dengan RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta dan Pemkab Tulungagung.

Kerja sama ini ditegaskan lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bertajuk Transformasi RSUD, Jumat (23/5/2025), yang berlangsung di RSUD Sosodoro Djatiekoesoemo. Momentum ini sekaligus dirangkai dengan peresmian Gedung Pelayanan Jantung dan Pembuluh Darah Terpadu.

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menegaskan komitmennya untuk terus mendorong transformasi layanan kesehatan di wilayahnya. Ia menyebut RSUD Sosodoro tengah dipersiapkan untuk naik kelas menjadi rumah sakit tipe A.

“Impian kami adalah RSUD Sosodoro naik jadi tipe A. Persiapannya sudah dimulai, baik dari sisi SDM, sarana dan prasarana, maupun sistem layanan,” ungkap Mas Bupati.

Upaya ini juga sejalan dengan capaian Universal Health Coverage (UHC) Bojonegoro yang sudah mencapai 98,51 persen per April 2025. Tak hanya itu, angka harapan hidup masyarakat juga mengalami peningkatan, kini mencapai 74,91 tahun.

Saat ini, Bojonegoro memiliki 11 rumah sakit. Empat di antaranya milik Pemkab, satu milik Polri, dan enam lainnya swasta. Mas Wahono (sapaan akrabnya) menilai, dengan jumlah tersebut, peningkatan mutu layanan menjadi kebutuhan mendesak agar masyarakat bisa menikmati pelayanan kesehatan yang prima.

“Transformasi menyeluruh kami lakukan, mulai dari digitalisasi, manajemen, hingga penguatan infrastruktur. Targetnya jelas: layanan kesehatan yang cepat, tepat, dan terstandar,” tegasnya.

Kerja sama dengan RSCM jadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan hal tersebut. Pihak RSCM menyatakan siap memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan RSUD Sosodoro.

“Kolaborasi ini adalah bentuk komitmen kami untuk mendorong peningkatan layanan kesehatan di daerah,” ujar Yoga Nara Yulian, perwakilan RSCM.

Tak hanya dengan RSCM, Pemkab Bojonegoro juga menggandeng Pemkab Tulungagung. Asisten Administrasi Umum Setda Tulungagung, Imroatul Mufida, menyebut kerja sama ini sebagai langkah strategis lintas wilayah untuk memperkuat pelayanan publik.

“Ini penting untuk pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan, dan percepatan pelayanan dasar,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Sosodoro, dr. Ani Pujiningrum, menjelaskan bahwa proses transformasi layanan rumah sakit sudah berjalan. Salah satunya lewat program Ritmik Enerjik, sistem rujukan terpadu untuk penanganan darurat jantung.

Ia juga mengungkapkan bahwa kasus jantung di Bojonegoro tergolong tinggi. Sepanjang 2024, tercatat 34.744 kasus, dengan 6.966 pasien berasal dari luar Bojonegoro. Hingga April 2025, tercatat 12.082 kasus, di antaranya 3.060 dari Bojonegoro.

“Gedung Jantung Terpadu yang baru diresmikan ini jadi tonggak penting. Layanan diagnostik ada di lantai satu, ruang intensif jantung di lantai dua, dan rawat jalan jantung non-darurat di lantai tiga. Kami berharap, semua ini mempercepat langkah menuju rumah sakit kelas A,” pungkasnya. (adv)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow