Risti Ditekan di Bawah 30 Persen, Kesehatan Jemaah Haji Surabaya Terkendali Jelang Musim Haji 2026

Jelang keberangkatan 22 April, kesehatan jemaah haji Surabaya kian terkendali dengan risti ditekan di bawah 30 persen, menandai kesiapan lebih baik dibanding musim haji sebelumnya.

20 Apr 2026 - 21:10
Risti Ditekan di Bawah 30 Persen, Kesehatan Jemaah Haji Surabaya  Terkendali Jelang Musim Haji 2026
Petugas kesehatan di Embarkasi Surabaya memeriksa kondisi jemaah pada musim haji 2025 lalu (Dok. PPIH Surabaya for SJP)

SURABAYA, SJP - Menjelang dimulainya musim haji 2026 dengan keberangkatan perdana pada 22 April, kondisi kesehatan jemaah di Embarkasi Surabaya menunjukkan kesiapan yang semakin matang. Indikator paling menonjol terlihat dari keberhasilan menekan angka jemaah risiko tinggi (risti) hingga di bawah 30 persen, menandakan kondisi jemaah tahun ini lebih terkendali dibanding sebelumnya.

Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Surabaya, Rosidi Roslan, menyebut mayoritas jemaah yang akan diberangkatkan telah memenuhi syarat istitha’ah atau layak secara kesehatan, baik dari sisi fisik maupun mental. Total sebanyak 43.200 jemaah asal Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur yang tergabung dalam 116 kloter dinilai berada dalam kondisi yang lebih siap.

"Kalau dibandingkan tahun sebelumnya, kondisi kesehatan jemaah haji sekarang lebih bagus. Risikonya bisa kita kendalikan, mungkin kurang dari 30 persen yang masuk kategori risti," ujar Roslan, Senin (20/4/2026).

Penurunan angka risti ini tidak terjadi secara instan. Salah satu faktor utama yang berkontribusi adalah proses seleksi kesehatan yang dilakukan lebih ketat sejak di daerah asal. Dengan penyaringan yang lebih optimal, jemaah yang berangkat benar-benar telah melalui tahapan pemeriksaan menyeluruh sehingga potensi gangguan kesehatan dapat diminimalkan sejak awal.

Indikator lain yang terlihat di lapangan adalah berkurangnya jumlah jemaah yang menggunakan kursi roda saat memasuki Asrama Haji Surabaya. Kondisi ini mencerminkan tingkat kebugaran jemaah yang relatif lebih baik dibanding musim haji sebelumnya, sekaligus menunjukkan peningkatan kualitas kesiapan fisik.

Meski demikian, pengawasan kesehatan tidak lantas dilonggarkan. BBKK Surabaya terus memperkuat koordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota guna memastikan kondisi jemaah tetap stabil hingga hari keberangkatan.

"Kami imbau kondisi kesehatan terus dijaga. Jangan sampai saat mendekati keberangkatan justru memburuk," tutur Rosan.

Untuk mendukung kesiapan tersebut, lebih dari 20 tenaga medis disiagakan setiap hari di asrama haji. Mereka terdiri dari dokter, perawat, tenaga farmasi, hingga petugas administrasi yang bertugas memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal. Selain itu, dukungan ambulans dan jejaring fasilitas kesehatan di Jawa Timur juga telah dipersiapkan untuk mengantisipasi kondisi darurat.

Tidak hanya fokus pada penanganan, aspek pencegahan juga menjadi prioritas. Seluruh jemaah diwajibkan menjalani vaksinasi meningitis dan polio sesuai ketentuan pemerintah Arab Saudi. Sementara itu, vaksin influenza turut dianjurkan sebagai perlindungan tambahan, mengingat tingginya potensi penularan penyakit dalam kerumunan besar selama pelaksanaan ibadah haji.

Dengan berbagai langkah tersebut, Embarkasi Surabaya optimistis kondisi kesehatan jemaah dapat tetap terjaga hingga keberangkatan, sekaligus mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah haji 2026 secara menyeluruh. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow