Bidik 90 Menit ke Bandara, PPIH Surabaya Matangkan Simulasi Layanan Jemaah Jelang Haji 2026

Menjelang kedatangan jemaah 21 April, PPIH Surabaya membidik 90 menit perjalanan ke bandara lewat simulasi Mecca Route, demi memastikan keberangkatan haji 2026 berlangsung cepat dan lancar.

20 Apr 2026 - 20:40
Bidik 90 Menit ke Bandara, PPIH Surabaya Matangkan Simulasi Layanan Jemaah Jelang Haji 2026
Petugas PPIH Embarkasi Surabaya akan lakukan simulasi layanan Mecca Route dengan 10 bus jelang kedatangan jemaah haji 2026 pada Selasa (21/4/2026) (Dok. PPIH Surabaya for SJP)

SURABAYA, SJP - Menjelang dimulainya musim haji 2026 yang ditandai dengan masuknya jemaah ke asrama mulai 21 April, berbagai persiapan terus dimatangkan. Di Surabaya, salah satu titik krusial pemberangkatan, simulasi layanan digelar untuk memastikan seluruh proses berjalan cepat, tertib, dan efisien, terutama saat mobilisasi jemaah menuju bandara yang dijadwalkan mulai pada besok, Selasa (21/4/2026).

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya menggelar simulasi layanan Mecca Route sebagai bagian dari persiapan akhir sebelum kedatangan jemaah. Simulasi itu menjadi uji coba menyeluruh terhadap alur pelayanan, mulai dari kedatangan di asrama hingga keberangkatan ke bandara.

Dalam simulasi tersebut, PPIH menetapkan target waktu tempuh dari Asrama Haji Surabaya menuju Bandara Internasional Juanda harus dapat dicapai dalam waktu maksimal 90 menit. Target tersebut dinilai krusial untuk menjaga ketepatan jadwal penerbangan sekaligus kenyamanan jemaah.

Untuk menggambarkan kondisi riil di lapangan, simulasi dilakukan dengan mengerahkan 10 bus yang merepresentasikan pergerakan jemaah dalam jumlah besar. Skema ini dirancang agar seluruh potensi kendala dapat terdeteksi sejak awal, termasuk koordinasi antarpetugas dan manajemen waktu keberangkatan.

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, As’adul Anam, memastikan bahwa secara umum tidak ada perubahan besar dalam alur pelayanan haji tahun ini. Namun, terdapat beberapa penyempurnaan yang menjadi perhatian utama.

"Secara umum alur pelayanan tidak ada perubahan. Tetapi tahun ini ada penambahan proses distribusi kartu Nusuk yang menjadi bagian dari layanan Mecca Route bagi jemaah," jelas Anam, Senin (20/4/2026).

Ia menjelaskan, kartu Nusuk menjadi elemen penting dalam sistem layanan di Arab Saudi, yang akan memudahkan identifikasi serta akses jemaah selama menjalankan ibadah.

Selain itu, skema fast track yang telah diterapkan pada tahun sebelumnya tetap digunakan. Sistem ini memungkinkan seluruh proses keimigrasian diselesaikan di embarkasi, sehingga setibanya di Arab Saudi, jemaah tidak perlu lagi menjalani pemeriksaan tambahan.

"Seluruh proses keimigrasian telah dirampungkan di embarkasi. Sehingga waktu jemaah tiba di Saudi dapat langsung melanjutkan perjalanan," terang Anam.

Di sisi lain, PPIH juga menegaskan bahwa aturan terkait barang bawaan tidak mengalami perubahan. Jemaah tetap dilarang membawa barang-barang berbahaya, terutama di dalam tas kabin, guna menjaga keamanan penerbangan.

"Barang-barang yang mengandung bahan korosif, korek api aerosol, senjata tajam, saya kira tidak bisa dibawa di tas kabin," jelas Anam.

Tak hanya aspek transportasi dan administrasi, perhatian juga diberikan pada layanan konsumsi jemaah. Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Surabaya (BBKK) turut melakukan sosialisasi kepada para penjamah makanan untuk memastikan standar kesehatan tetap terjaga.

Kepala BBKK Surabaya, Rosidi Roslan, menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mencakup bahan makanan hingga lingkungan sekitar.

"Penjamah makanan harus dalam kondisi sehat dan menjaga higienitas saat mengolah makanan," imbuh Roslan.

Selain itu, pemeriksaan kesehatan seperti swab juga dilakukan untuk memastikan para petugas makanan bebas dari penyakit yang berpotensi menular melalui konsumsi.

Dengan simulasi yang digelar menjelang kedatangan jemaah pada 21 April, PPIH Embarkasi Surabaya berharap seluruh proses pemberangkatan dapat berjalan sesuai target, termasuk memastikan mobilisasi jemaah menuju bandara tetap dalam batas waktu 90 menit yang telah ditetapkan. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow