Ribuan Wisman Ikut Manfaatkan Angkutan Lebaran, KAI Daop 8 Catat Lebih dari 3.500 Turis Asing Naik Kereta

Di tengah hampir satu juta penumpang Angkutan Lebaran 2026, sebanyak 3.508 wisatawan mancanegara turut memadati kereta api, menandai meningkatnya daya tarik transportasi ini bagi turis asing.

01 Apr 2026 - 19:31
Ribuan Wisman Ikut Manfaatkan Angkutan Lebaran, KAI Daop 8 Catat Lebih dari 3.500 Turis Asing Naik Kereta
Petugas KAI sedang membantu salah seorang wisman di Stasiun Surabaya Gubeng (Dok. Kominfo Surabaya for SJP)

SURABAYA, SJP - Angkutan Lebaran 2026 telah usai, meninggalkan catatan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi di berbagai moda transportasi. 

Namun di balik hiruk pikuk perjalanan mudik dan arus balik masyarakat Indonesia, terdapat fenomena menarik, yakni adanya ribuan wisatawan mancanegara (wisman) turut memanfaatkan layanan kereta api sebagai sarana perjalanan lintas daerah.

Di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya, tercatat sebanyak 3.508 wisatawan asing menggunakan kereta api selama periode Angkutan Lebaran pada 11–30 Maret 2026. Angka ini menjadi bagian dari total pergerakan penumpang yang mencapai 993.606 orang sepanjang masa tersebut.

Wisman di Tengah Lonjakan Penumpang Lebaran

Dari total hampir satu juta penumpang, kehadiran 3.508 wisman menunjukkan bahwa kereta api tidak hanya menjadi andalan masyarakat lokal untuk mudik, tetapi juga semakin diminati oleh turis asing.

Secara rinci, total pergerakan penumpang di wilayah Daop 8 Surabaya terdiri dari 498.466 penumpang berangkat dan 495.140 penumpang tiba. Tingginya volume ini menegaskan bahwa periode Lebaran tetap menjadi momen puncak mobilitas nasional, sekaligus membuka peluang bagi sektor pariwisata.

Mayoritas pergerakan wisman sendiri terpusat di tiga stasiun utama, yakni:

  • Surabaya Gubeng: 1.539 wisatawan
  • Malang: 767 wisatawan
  • Surabaya Pasarturi: 668 wisatawan

Ketiga stasiun ini menjadi simpul penting karena lokasinya yang strategis dan terhubung langsung dengan pusat kota serta destinasi wisata unggulan di Jawa Timur.

Konektivitas Jadi Kunci Daya Tarik

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyebut tingginya minat wisatawan asing ini menjadi indikator meningkatnya kepercayaan terhadap layanan kereta api di Indonesia.

“Tingginya jumlah wisatawan mancanegara menunjukkan layanan KAI semakin dipercaya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keunggulan utama yang membuat kereta api diminati adalah konektivitas yang baik dan kemudahan akses lanjutan.

“Konektivitas jaringan kereta yang terhubung langsung dengan pusat kota dan integrasi antarmoda menjadi nilai tambah yang mempermudah mobilitas mereka,” jelas Mahendro.

Selain itu, faktor ketepatan waktu, kenyamanan, hingga aspek keselamatan turut menjadi pertimbangan utama bagi wisatawan asing dalam memilih moda transportasi.

Okupansi Tinggi, Tiket Nyaris Habis

Tingginya mobilitas selama Angkutan Lebaran juga tercermin dari tingkat penjualan tiket. Secara akumulatif, penjualan tiket kereta api jarak jauh di Daop 8 untuk periode 11 Maret hingga 1 April 2026 mencapai 510.836 tiket, atau sekitar 91 persen dari total kapasitas 561.528 tempat duduk.

Angka ini menunjukkan bahwa permintaan perjalanan kereta api hampir menyentuh batas maksimal kapasitas yang disediakan.

Dalam periode tersebut, puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026 dengan jumlah penumpang mencapai 30.293 orang. Sementara itu, puncak arus balik tercatat pada 24 Maret 2026 dengan lonjakan yang lebih tinggi, yakni 57.210 penumpang.

“Puncak arus mudik tercatat pada 18 Maret, sedangkan arus balik terjadi pada 24 Maret dengan jumlah yang lebih besar,” papar Mahendro.

Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa arus balik memiliki tekanan mobilitas yang lebih tinggi dibandingkan arus mudik.

Dampak Ekonomi Ikut Terdorong

Masuknya ribuan wisatawan mancanegara di tengah periode Lebaran juga membawa dampak ekonomi yang signifikan. Pergerakan mereka turut menggerakkan berbagai sektor, mulai dari perhotelan, kuliner, transportasi lanjutan, hingga pelaku UMKM di daerah.

Dengan kemudahan akses transportasi dan integrasi antarmoda yang semakin baik, kereta api kini tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi massal, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung ekosistem pariwisata nasional. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow