Ribuan Hektare Sawah dan Tambak di Lamongan Terendam Banjir, Kerugian Capai Ratusan Juta

Banjir yang terjadi sejak sepekan terakhir ini menjadi yang terparah sepanjang tahun 2025, menyebabkan kerugian besar hingga ratusan juta bagi petani dan petambak, termasuk ikan budidaya yang hanyut terbawa arus akibat Luapan Bengawan Jero

30 May 2025 - 15:32
Ribuan  Hektare Sawah dan Tambak di Lamongan Terendam Banjir, Kerugian Capai Ratusan Juta
Sebagaian Lahan tambak dan sawah milik warga Desa kepudiwetan kecamatan Kalitengah Lamongan terendam luapan Bengawan Jero ( Foto :Atmo/ SJP)

LAMONGAN, SJP – Alam tidak sedang baik baik saja. Akibat luapan sungai Bengawan Jero, hamparan lahan pertanian dan tambak ikan seluas 8.230 hektare milik warga di Kabupaten Lamongan, dilaporkan terendam banjir. Kerugian mencapai ratusan juta.

Banjir ini dipicu oleh luapan anak Sungai Bengawan Solo (Bengawan Jero) yang terjadi sejak sepekan terakhir dan disebut-sebut sebagai yang terparah sepanjang tahun 2025.

Selain merendam areal pertanian, banjir juga mengganggu aktivitas warga di sejumlah desa, termasuk menutup akses utama di Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah.

"Jalan ini satu-satunya akses warga dan anak-anak sekolah. Sekarang terendam sepanjang 200 meter dengan ketinggian air mencapai 40 sentimeter," kata Saikhu, warga setempat, saat ditemui, Jumat  (30/5/2025).

Menurut Saikhu, dalam kurun waktu lima bulan terakhir, banjir serupa telah terjadi empat kali. Namun, kondisi saat ini dianggap paling merugikan karena menyebabkan kerusakan serius pada lahan tambak dan mengancam hasil panen petani.

Tak hanya merendam jalan dan sawah, banjir juga mengakibatkan banyak ikan budidaya milik petambak hanyut terbawa arus. Para petani dan petambak kini hanya bisa pasrah, menanti langkah konkret dari pemerintah daerah.

“Kami minta ada solusi jangka panjang, jangan hanya darurat setiap kali banjir datang. Ini menyangkut penghidupan kami,” ujar Saikhu.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Lamongan segera mengambil langkah antisipatif, termasuk peninggian badan jalan dan penguatan sistem drainase, agar banjir serupa tidak terus berulang.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas PU Sumber Daya Air Kabupaten Lamongan, Erwin Sulistya Pambudi , dalam keterangan tertulisnya menjelaskan, kenaikan elevasi Kali Blawi menjadi salah satu pemicu utama banjir. Pada 29 Mei 2025, elevasi Kali Blawi tercatat mencapai +0,55 meter, status siaga merah.

“Penyebabnya kombinasi antara curah hujan ekstrem di wilayah hulu dan lokal Lamongan serta aktivitas pertanian yang sedang memasuki musim tanam kedua (MT II),” kata Erwin.

Ia juga mencatat pintu air Kuro tidak dapat dibuka karena tingginya muka air di Bengawan Solo. Sementara itu, volume waduk dan rawa dalam kondisi optimal hingga harus melepas air ke hilir.

Namun, update malam ini pintu air sudah bisa dibuka dikarenakan air di Sungai Bengawan Solo mulai surut dan air laut juga surut akan tetapi bersifat kondisional. 

"Apabila air Bengawan Solo naik dan laut juga akan kita tutup kembali dan memaksimalkan pompa kuro dengan maksimal," ungkapnya.

Sejumlah langkah penanganan telah dilakukan oleh pemerintah daerah dan lintas instansi. Langkah-langkah tersebut di antaranya :

  1. Pembersihan enceng gondok melalui kerja bakti warga
  2. Pembukaan maksimal pintu-pintu dam seperti Dam Pembuang, Dam Tambakombo, Dam Wangen, dan Dam Plosoboden.
  3. Pengoperasian Pompa Kuro.
  4. Pemantauan rutin Tinggi Muka Air (TMA) Bengawan Solo.
  5. Koordinasi intensif dengan BBWS Bengawan Solo, SDA Provinsi, PJT, IP3A, serta pemerintah kecamatan dan desa.

Meski demikian, lahan terdampak masih belum bisa dikeringkan untuk persiapan MT II. Pemerintah daerah berharap, situasi dapat segera terkendali agar para petani bisa kembali mengolah lahan dan menjaga ketahanan pangan lokal. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow