Retribusi Galian C di Gresik Minim, Jadi Sorotan DPRD

Banyaknya bisnis galian C yang dampaknya kian merugikan daerah. Selain tak memenuhi target retribusi, bisnis pertambangan non logam itu mengakibatkan kerusakan jalan karena maraknya truk ODOL galian C.

15 Aug 2025 - 14:03
Retribusi Galian C di Gresik Minim, Jadi Sorotan DPRD
Suasana DPRD Gresik menggelar konferensi pers ke awak media. (Foto:Anis/SJP)

GRESIK, SJP — DPRD Kabupaten Gresik menyoroti banyaknya bisnis galian C yang dampaknya kian merugikan daerah.

Secara kacamata bisnis seharusnya bisa memberikan kontribusi positif, kegiatan galian C pertambangan non logam seperti pasir, batu, tanah urug, dan lainnya malah berdampak buruk setiap tahun. 

Pimpinan DPRD Gresik, Ahmad Nurhamim, menyampaikan banyaknya titik lahan bisnis galian C itu tidak sebanding efektivitas sumbangan retribusi ke pemerintah daerah. 

Retribusi yang secara target harusnya bisa mencapai Rp4 miliar, namun hanya bisa terealisasi Rp1,5 miliar. 

"Galian C dari target Rp4 M, hanya Rp1,5 M. Ini ternyata apabila kita hitung efektivitasnya tidak sebanding," kata Ahmad, Jumat (15/8/2025).

Senada dengan itu, Ketua Komisi III DPRD Gresik, Sulisno Irbansyah, menyebut keberadaan bisnis tambang itu juga tidak sebanding dengan kerusakan jalan yang diakibatkan oleh truk pengangkut galian C.

Ia mencatat, truk galian C kelebihan muatan atau Over Dimension dan Over Loading (ODOL) yang melintas mengakibatkan usia jalan raya tidak berumur panjang. 

"Setelah dibangun hanya berkisar 1 bulan, itu rusak karena memang banyak kendaraan over load," jelasnya.

Menurut dia, melihat kebutuhan perbaikan jalan raya di Kabupaten Gresik busa menelan anggaran Rp1,2 triliun. 

"Namun Dinas terkait PUTR tidak memiliki anggaran sebesar itu, malah setiap tahun menurun," pungkasnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow