Minim Perawatan, Tugu Asmaul Husna Warujayeng Nganjuk Kondisinya Memprihatinkan

Merespons keluhan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nganjuk angkat bicara. Pihak dinas mengakui adanya keterbatasan yang membuat perbaikan Tugu Asmaul Husna Tanjung Anom belum bisa dieksekusi dalam waktu dekat.

22 Jun 2026 - 16:02
Minim Perawatan, Tugu Asmaul Husna Warujayeng Nganjuk Kondisinya Memprihatinkan
Pemerhati Lingkungan Mbh Gondrong saat berada di Tugu Asmaul Husna. (Foto: Kuswanto/SJP)

NGANJUK, SJP–Kondisi Tugu Asmaul Husna di kawasan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, kini tengah menjadi sorotan masyarakat. Ikon berbentuk bulat hijau dengan ornamen tulisan asmaul husna tersebut dinilai kurang mendapatkan perhatian dan perawatan dari pemerintah daerah.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Senin (22/6/2026), tanda-tanda kerusakan pada tugu dan area taman di sekitarnya terlihat sangat jelas. Estetika fasilitas publik yang seharusnya mempercantik kawasan tersebut kini justru tampak memudar.

Aktivis sekaligus pemerhati lingkungan setempat, yang akrab disapa Mbah Gondrong, menyayangkan pembiaran yang terjadi pada fasilitas publik tersebut. Menurutnya, ada beberapa poin krusial yang menunjukkan bahwa tugu tersebut luput dari pemeliharaan rutin.

"Kalau dalam pengamatan keseharian saya, ini kurang perawatan. Pertama, kondisi cat pada tugu saat ini sudah mulai mengelupas. Kedua, hiasan atau ornamen lampu LED yang ada di taman ini sekarang posisinya juga sudah rusak semua," ujar Mbah Gondrong saat memberikan keterangan di lokasi, Senin (22/6/2026).

Tidak hanya struktur fisik tugu dan lampu hias yang rusak, kondisi vegetasi atau tanaman di sekeliling tugu pun tampak memprihatinkan. Mayoritas tanaman di area taman pembatas jalan tersebut terlihat mengering karena diduga proses penyiraman tidak berjalan optimal.

Mbah Gondrong berharap Pemerintah Kabupaten Nganjuk tidak tebang pilih dalam merawat fasilitas publik. Pemeliharaan keindahan kota seharusnya dilakukan secara merata, bukan hanya berfokus pada area yang dekat dengan pusat pemerintahan saja.

"Harapan saya, tugu-tugu yang sudah dibangun ini tolonglah diperhatikan dan dirawat. Jangan sampai merusak estetika lingkungan di tempat tugu itu berada," tegasnya.

Merespons keluhan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nganjuk angkat bicara. Pihak dinas mengakui adanya keterbatasan yang membuat perbaikan Tugu Asmaul Husna Tanjung Anom belum bisa dieksekusi dalam waktu dekat.

Kepala DLH Kabupaten Nganjuk, Sujito, menyatakan bahwa kendala utama yang dihadapi instansinya saat ini adalah masalah finansial.

"Kita masih belum punya dana untuk perawatan," ujar Sujito saat dikonfirmasi mengenai persoalan tersebut.

Meskipun anggaran pemeliharaan taman dan tugu saat ini masih kosong, DLH memastikan tidak tinggal diam. Sujito menjelaskan bahwa pihaknya tengah berupaya agar perbaikan estetika kota di wilayah Warujayeng ini bisa masuk dalam skala prioritas menggunakan sisa anggaran tahun ini.

Langkah konkret yang akan diambil oleh DLH adalah membidik momentum Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD untuk mengajukan dana pemeliharaan tugu-tugu yang terbengkalai.

"Semoga nanti di PAK ada dananya ya," pungkas Sujito. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow