Rendahnya Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Lumajang Masih Jadi PR Serius

19 Oct 2025 - 12:13
Rendahnya Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Lumajang Masih Jadi PR Serius
Ilustrasi BPJS Ketenagakerjaan. (Foto: beritasatu.com)

LUMAJANG, SJP – Rendahnya cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menjadi perhatian serius berbagai pihak. Hingga Oktober 2025, tercatat baru 82.813 pekerja atau 13,8 persen dari total 599.547 penduduk bekerja yang telah terlindungi dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Angka ini masih jauh dari target 19,13 persen yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025.
“Masih ada gap sekitar 5,31 persen atau 31.820 pekerja yang belum menjadi peserta aktif,” ujar Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lumajang, Delistyana Diah Vianty, Sabtu (18/10/2025).

Delistyana menjelaskan, sebagian besar pekerja yang belum terlindungi berasal dari sektor informal. Padahal, kelompok ini memiliki tingkat risiko kerja yang tinggi namun minim perlindungan sosial.
“Masih banyak pekerja informal yang belum memahami manfaat jaminan sosial. Padahal, mereka juga bisa kehilangan penghasilan atau mengalami kecelakaan kerja kapan saja,” ujarnya menegaskan.

Dari data yang ada, sebanyak 4.655 orang peserta aktif berasal dari kalangan non-ASN, sedangkan 67.971 orang lainnya merupakan pekerja ekosistem desa, seperti guru ngaji, marbot masjid, dan tenaga keagamaan lainnya. Kelompok ini berkontribusi sekitar 2,87 persen terhadap total kepesertaan di Lumajang.

Untuk memperluas jangkauan, BPJS Ketenagakerjaan akan memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang, khususnya di tingkat desa. Fokus utama diarahkan pada pekerja sektor nonformal seperti pedagang, buruh tani, pelaku usaha mikro, nelayan, hingga tukang ojek.
“Tentu capaian ini tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah. Kami akan terus berkolaborasi agar target cakupan 19 persen bisa tercapai,” pungkasnya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow