Tradisi Kirab Tumpeng Ketupat Cokelat di Kampung Cokelat Blitar Diserbu Pengunjung
Wisata Edukasi Kampung Cokelat Blitar menggelar tradisi Kirab Tumpeng Ketupat Cokelat, pada momen Lebaran ketupat 2025/1446 H.
BLITAR, SJP - Tradisi kirab tumpeng ketupat cokelat yang diselenggarakan pengelola Wisata Edukasi Kampung Cokelat di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar rutin digelar setiap tahun pada momen Lebaran ketupat.
Pada momen Lebaran 2025/1446 H, kirab tumpeng ketupat cokelat digelar pada Senin (7/4/2025) siang. Nampak, ratusan pengunjung menyaksikan tradisi tersebut dan berebut tumpeng ketupat cokelat.
Sebelum diperebutkan pengunjung, tumpeng cokelat dikirab terlebih dahulu mengelilingi kawasan Wisata Edukasi Kampung Cokelat Blitar dengan diiringi tarian dan musik gamelan.
Salah seorang pengunjung bernama Veve asal Talun, Kabupaten Blitar mengaku rutin menghadiri tradisi kirab tumpeng ketupat cokelat yang digelar setiap tahun. Ia merasa senang bisa berpartisipasi dan ikut berebut tumpeng ketupat cokelat dengan pengunjung lainnya.
"Senang sekali karena sensasinya beda kalau bisa ikut berebut. Rasanya Lebaran ketupat itu lebih semangat, apalagi disini kan beda, ketupat cokelat," ujarnya, Senin (7/4/2025).
Sementara itu, putri pemilik Wisata Edukasi Kampung Cokelat Blitar bernama Alya Maha Devi menyebut kegiatan atau tradisi kirab tumpeng ketupat cokelat ini sengaja digelar untuk melestarikan budaya Islam di Indonesia.
Di mana, filosofi dari ketupat adalah ngaku lepat (meminta maaf). Sehingga, pada momen Lebaran atau Hari Raya Idulfitri 2025/1446 H, pengelola Wisata Edukasi Kampung Cokelat Blitar mengingatkan masyarakat tentang warisan para leluhur.
"Hari ini kami menyediakan 4.000 biji ketupat cokelat dan bisa disantap dengan lauk pendamping. Seperti opor ayam dan sayur lodeh. Dari tahun ke tahun, jumlah ketupat cokelat yang kami siapkan juga terus bertambah, supaya semua pengunjung bisa merasakannya," kata dia.
Sekadar diketahui, ketupat yang disediakan oleh pengelola Wisata Edukasi Kampung Cokelat Blitar berbeda dengan ketupat pada umumnya. Karena, saat mengolah atau memasak ketupat, dicampur dengan bubuk cokelat. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

