Ratusan Warga Geruduk Rumah Diduga Koordinator Penipuan Investasi Aplikasi MBA di Probolinggo
Ratusan warga Desa Pakuniran, Probolinggo, mendatangi kediaman wanita berinisial S pada Senin (9/2/2026). Warga merasa tertipu oleh investasi aplikasi "MBA" yang menjanjikan keuntungan harian Rp43.500 dengan modal Rp1,4 juta.
PROBOLINGGO, SJP - Ratusan warga mendatangi kediaman seorang wanita berinisial S di Desa Pakuniran, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, pada Senin (9/2/2026). Aksi ini dipicu oleh kekecewaan warga yang mengaku menjadi korban penipuan investasi melalui aplikasi bernama MBA.
Kerugian yang dialami para korban bervariasi, mulai dari Rp2 juta hingga puluhan juta rupiah per orang. Salah satu korban, R, mengaku kehilangan Rp4,2 juta setelah mendaftarkan tiga akun sekaligus.
"Saya daftar tiga akun, masing-masing senilai Rp1,4 juta. Sampai sekarang belum pernah bisa ditarik sama sekali," keluh R di lokasi.
Ia menjelaskan, aplikasi tersebut menawarkan iming-iming keuntungan yang menggiurkan. Dengan modal pendaftaran Rp1,4 juta, anggota dijanjikan penghasilan harian sebesar Rp43.500 yang diklaim bisa dicairkan setiap hari Kamis.
"Katanya bisa ditarik hari Kamis minggu kemarin, lalu diinfokan lagi bisa ditarik hari ini (Senin). Tapi kenyataannya tetap tidak bisa," tambahnya dengan nada kecewa.
Merespons situasi yang memanas, Satreskrim Polres Probolinggo segera bertindak. Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP I Made Kembarmartadana, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengamankan S beserta dua rekannya untuk menghindari amuk massa yang lebih besar.
"Iya benar, yang bersangkutan sudah kami bawa ke Mapolres Probolinggo, guna dimintai keterangan lebih lanjut. Ada tiga orang pelaku yang kami amankan, " ujar I Made.
Pantauan di lokasi menunjukkan, Polres Probolinggo juga menerjunkan puluhan personel untuk mengamankan kediaman S yang disinyalir sebagai koordinator wilayah aplikasi tersebut, guna memastikan situasi tetap kondusif. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

