Ratusan Peserta Antusias Ikuti Festival Olahraga Tradisional di Tulungagung

Dengan semangat kebersamaan dan suasana penuh kegembiraan, Festival Olahraga Tradisional 2025 di Tulungagung menjadi bukti bahwa olahraga tidak hanya soal kompetisi, tetapi juga tentang melestarikan warisan budaya bangsa.

17 Oct 2025 - 18:59
Ratusan Peserta Antusias Ikuti Festival Olahraga Tradisional di Tulungagung
Sejumlah peserta mengikuti lomba balap terompah dalan festival olahraga tradisional Tulungagung. (Istimewa)

TULUNGAGUNG, SJP - Suasana di GOR Lembu Peteng Tulungagung tampak meriah pada Jumat (17/10/2025) pagi, saat ratusan peserta dari berbagai instansi mengikuti Festival Olahraga Tradisional 2025.

Kegiatan yang digelar Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Tulungagung itu, diikuti 812 peserta dari 42 tim, yang berasal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta berbagai instansi vertikal.

Festival ini digelar dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-42, sekaligus menyongsong Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ke-820 tahun 2025.

Kegiatan ini menjadi ajang kebersamaan antarinstansi sekaligus sarana untuk melestarikan berbagai permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan di masyarakat.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Tulungagung, Achmad Mugiyono, mengatakan, penyelenggaraan festival ini merupakan bagian dari kewajiban daerah untuk menggelar kegiatan olahraga tradisional di tingkat kabupaten maupun kota. 

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menjaga dan menghidupkan kembali semangat permainan rakyat yang penuh nilai kebersamaan, sportivitas, dan keceriaan,” ujarnya.

Menurut Mugiyono, lomba yang dipertandingkan tahun ini meliputi gobak sodor, balap terompah serta egrang. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya tim yang ikut serta, baik dari OPD di lingkungan Pemkab Tulungagung maupun instansi vertikal seperti Polres Tulungagung, Kejaksaan, dan Pengadilan Negeri Tulungagung. 

“Total ada 42 tim dengan 812 peserta dari berbagai kategori. Antusiasmenya luar biasa dan ini menunjukkan kecintaan masyarakat terhadap olahraga tradisional masih sangat tinggi,” tambahnya.

Mugiyono berharap, festival ini dapat menjadi agenda rutin tahunan dan terus dikembangkan di tahun-tahun berikutnya. Ia juga ingin kegiatan serupa bisa menyentuh masyarakat di tingkat bawah, termasuk sekolah. 

Namun, ia menyayangkan bahwa program pelestarian olahraga tradisional di jenjang SMP dan SMA belum dapat terlaksana tahun ini akibat refocusing anggaran.

“Mudah-mudahan tahun depan bisa kita selenggarakan lagi agar anak-anak juga ikut mengenal dan melestarikan permainan tradisional,” tuturnya.

Dengan semangat kebersamaan dan suasana penuh kegembiraan, Festival Olahraga Tradisional 2025 di Tulungagung menjadi bukti bahwa olahraga tidak hanya soal kompetisi, tetapi juga tentang melestarikan warisan budaya bangsa. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow