Rapat Paripurna DPRD, Bupati Jabarkan Visi Misi Menuju Bondowoso Berkah

KH Abdul Hamid Wahid menjabarkan visi dan misinya dan mulai menyelesaikan permasalahan yang menjadi PR bagi pemerintahan pasangan Rahmad dalam waktu 5 tahun mendatang.

06 Mar 2025 - 13:59
Rapat Paripurna DPRD, Bupati Jabarkan Visi Misi Menuju Bondowoso Berkah
Suasana rapat paripurna penyampaian pidato sambutan Bupati Bondowoso masa jabatan 2025-2030 (Foto : Rizqi/SJP

BONDOWOSO, SJP – Usai melaksanakan serah terima jabatan, Bupati Bondowoso, KH Abdul Hamid Wahid menyampaikan sambutan pertamanya di hadapan pimpinan dan anggota DPRD, pada Kamis (6/3/2025) di gedung DPRD.

Sebelumnya, serah terima jabatan dari Pj Bupati Muhammad Hadi Wawan Guntoro kepada Bupati Abdul Hamid Wahid dan Wakil Bupati As’Ad Yahya Syafi’i, disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak.

Acara yang dikemas dalam rapat paripurna penyampaian pidato sambutan Bupati Bondowoso masa jabatan 2025-2030, Abdul Hamid Wahid mengatakan, jika hari ini merupakan satu dari serangkaian proses Pilkada serentak. 

Oleh karena itu, dirinya menyadari bahwa amanah ini adalah sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab yang besar, yang akan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat Bondowoso dan Allah Swt. 

“Kami juga sadar, bahwa kemampuan kami terbatas, sementara banyak hal yang harus kami kerjakan. Untuk itu kami mengajak seluruh masyarakat Bondowoso untuk membantu kami dalam mewujudkan masyarakat Bondowoso yang sejahtera dengan ridho dan pertolongan Allah Swt,” ucapnya.
 
Sebelum menjabat, terakhir Bondowoso dipimpin oleh Muhamad Hadi Wawan Guntoro sebagai penjabat bupati. Pasangan Rahmad ini menyadari jika selama kepemimpinan beliau, Bondowoso telah mengalami berbagai kemajuan di berbagai bidang. 

“Capaian tersebut menjadi tantangan bagi kami untuk tidak hanya mempertahankan, tetapi juga terus meningkatkan prestasi yang telah diraih demi kemajuan Bondowoso yang lebih baik di masa depan,” tuturnya.

Sampaikan Visi Besar untuk Bondowoso

Pasangan Bupati Bondowoso KH Abdul Hamid Wahid dan Wakil Bupati KH As’Ad Yahya Syafi’i memiliki visi untuk kamajuan Bondowoso, yakni : "Mewujudkan Bondowoso Tangguh, Unggul, Berdaya Saing Global, dan Berbudaya dalam Bingkai Keimanan dan Ketaqwaan." 

Visi ini kata Bupati Bondowoso, bukanlah sekadar angan-angan belaka, melainkan sebuah cita-cita yang terukur dan dapat dicapai melalui kerja keras dan kolaborasi. Karena, dirinya memahami bahwa kebutuhan masyarakat tidak hanya terbatas pada aspek fisik atau materi saja, tetapi juga mencakup terciptanya kondisi yang aman, nyaman, dan tentram. 

“Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk menghadirkan pemerintahan yang responsif dan berpihak kepada kepentingan masyarakat. Untuk mendukung pencapaian visi tersebut, kami merumuskan misi ‘Bondowoso Berkah’,” ungkapnya.

Berikut Penjabaran Visi untuk Wujudkan Bondowoso Berkah:

  1. Membangun pemerintahan yang cepat tanggap, efektif dan efisien melalui tata kelola yang baik, dengan memastikan penegakan hukum yang adil dan transparan di seluruh sektor pemerintahan.
  2. Meningkatkan infrastruktur fisik dan non-fisik serta memajukan dunia pendidikan sebagai basis penguatan sumber daya manusia yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan riil masyarakat.
  3. Meningkatkan pelayanan publik dengan memperbaiki kualitas pelayanan yang berperikemanusiaan dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat, menjadikannya lebih sensitif dan mudah diakses.
  4. Mengembangkan perekonomian lokal dengan fokus pada penguatan sektor pertanian dan industri kreatif sebagai pondasi utama pembangunan ekonomi masyarakat.
  5. Mengembangkan mentalitas masyarakat mandiri dan kuat dengan meningkatkan kemampuan dan ketahanan masyarakat di berbagai bidang kehidupan.
  6. Menjamin keberlanjutan sosial, ekonomi, dan kesehatan dengan memastikan aksesibilitasterhadap sumber daya dan pelayanan yang adil dan bermutu bagi seluruh lapisan masyarakat.
  7. Mengoptimalkan potensi pariwisata melalui penguatan sapta pesona pariwisata untuk meningkatkan pendapatan daerah yang dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat.
  8. Melestarikan kearifan lokal dan mengembangkan kehidupan kebudayaan dengan meneguhkan nilai-nilai toleransi di tengah keberagaman, serta inklusivitas untuk menciptakan masyarakat yang egaliter dan harmonis, dalam bingkai keimanan dan ketakwaan. 

Petakan Permasalahan di Bumi Ki Ronggo

Permasalahan yang dihadapi Kabupaten Bondowoso saat ini sangat kompleks. Pertumbuhan ekonomi Bondowoso pada tahun 2024 tercatat sebesar 4,87 persen, masih jauh di bawah target nasional tahun 2025 yang ditetapkan sebesar 8 persen.

Selain itu, Indeks Gini di Kabupaten Bondowoso pada tahun 2024 berada di angka 0,33 persen, yang termasuk dalam kategori ketimpangan sedang. Meskipun angka ini lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata Provinsi Jawa Timur sebesar 0,37 persen, kesenjangan sosial dan ekonomi di Bondowoso masih memerlukan perhatian serius. 

Jumlah penduduk usia kerja di Kabupaten Bondowoso pada tahun 2024 mengalami peningkatan sebesar 3.200 orang dibandingkan tahun 2023. Namun, jumlah pengangguran tercatat mencapai 17,3 ribu orang. Sementara itu, persentase penduduk yang bekerja di sektor jasa mengalami penurunan sebesar 0,37 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Penurunan serupa juga terjadi di sektor pertanian yang menyusut sebesar 0,85 persen. Kondisi ini mencerminkan tantangan dalam menciptakan lapangan kerja yang stabil dan berkelanjutan di berbagai sektor. 

Garis kemiskinan di Kabupaten Bondowoso pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp 517.741,00 per kapita per bulan, meningkat sebesar 4,81 persen dibandingkan tahun 2023 sebesar Rp 494.000,00. 

Kenaikan garis kemiskinan ini sebagian besar disebabkan oleh meningkatnya harga berbagai komoditas, terutama bahan makanan, yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat, khususnya kelompok rentan. 

Di bidang kesehatan, angka kematian ibu pada tahun 2024 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2023 dengan selisih sebanyak 12 kasus. Angka kematian bayi juga menunjukkan kenaikan, dari 131 kasus pada tahun 2023 menjadi 143 kasus di tahun 2024. 

Peningkatan ini mengindikasikan perlunya penguatan layanan kesehatan ibu dan anak secara komprehensif untuk menekan angka kematian yang masih tinggi. 

Ajak Masyarakat Kompak Bergotong Royong

Untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut, Ra Hamid mengajak seluruh warga Bondowoso untuk bergotong royong mewujudkan Bondowoso yang lebih baik. 

“Kita perlu mendorong pertumbuhan ekonomi yang positif dan merata, mengurangi angka pengangguran, serta meningkatkan angka harapan hidup,” ajak Bupati Bondowoso di hadapan anggota DPRD dan Wakil Gubernur Jawa Timur.

Salah satu strategi utama di era kepemimpinan Ra Hamid, adalah menjadikan sektor pariwisata sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi. 

“Sektor pariwisata diharapkan mampu menggerakkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mendorong sektor jasa dan perdagangan, serta menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat Bondowoso,” terangnya.

Selain itu, lanjut mantan Rektor Universitas Nurul Jadid ini, pertumbuhan ekonomi harus didukung oleh berbagai sektor strategis, salah satunya adalah infrastruktur. Sebab, pembangunan infrastruktur tidak hanya dituntut memiliki kualitas yang baik, tetapi juga harus mencerminkan prinsip pemerataan yang berkeadilan hingga ke wilayah pelosok. 

“Infrastruktur yang dibangun harus mampu menopang aktivitas ekonomi, memperlancar mobilitas barang dan jasa, mendukung sektor pertanian, serta mendorong terciptanya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru dan destinasi pariwisata yang potensial,” paparnya. 

Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang terus bergerak maju, dirinya bersama As’ad Yahya Syafi’i berharap dapat secara konsisten meningkatkan kualitas dan akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan. 

Menurutnya, pendidikan yang berkualitas merupakan senjata paling ampuh untuk memerangi kemiskinan, sementara masyarakat yang sehat menjadi pilar utama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. 

“Kedua aspek ini memiliki peran krusial sebagai fondasi kokoh bagi kemajuan Bondowoso di masa yang akan datang,” terangnya.

Untuk mewujudkan visi pembangunan yang berkelanjutan, kata Abdul Hamid Wahid, diperlukan dukungan birokrasi pemerintahan yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik. Birokrasi harus mampu berinovasi dalam memberikan layanan yang efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. 

“Sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan masyarakat menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan,” jelas bupati yang dilantik pada 20 februari 2025 ini.

“Dibutuhkan lompatan besar dan terobosan nyata untuk mengejar ketertinggalan Bondowoso dari daerah lain. Kini bukan lagi masanya birokrasi bekerja secara linier, monoton, dan terjebak dalam zona nyaman. Inilah saatnya bagi Bondowoso untuk bangkit dan melangkah menuju masa depan yang lebih baik,” tandasnya.

Harapan Ketua DPRD Bondowoso 

Saat memimpin rapat paripurna serah terima jabatan dan sambutan Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso masa jabatan 2025-2030, Ketua DPRD Bondowoso, Ahmad Dhafir mengingatkan kepada bupati dan wakil bupati, bahwa tugas dan kewajiban memimpin Bondowoso semakin berat.

“Tugas dan kewajiban memimpin Bondowoso semakin berat, penuh tantangan, khususnya dalam menjalankan program-program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, terutama terkait dengan efisiensi anggaran APBD. 

Namun dirinya yakin dan percaya sepenuhnya, bahwa dengan bekal pengalaman tugas yang dimiliki, bupati dapat menyelesaikan tugas dan kewajiban dengan sebaik-baiknya, sehingga aspirasi masyarakat yang ingin ada perubahan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah yang lebih baik, bisa terwujud.

“Kami juga berharap pemerintah daerah dan DPRD untuk tetap bersinergi, berkolaborasi dalam menjalankan agenda program dengan penuh tanggungjawab,” ungkap Ketua DPC PKB Bondowoso ini. (ADV)

Editor : Ali Wafa 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow