PWI Jombang Soroti Isu Ketahanan Pangan dan Lingkungan di Puncak HPN 2025
Kegiatan HPN 2025 PWI Jombang menjadi sarana untuk membangun sinergi pembangunan ketahanan pangan dan lingkungan.
JOMBANG, SJP—Malam puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Jombang sukses digelar di Pendopo Kabupaten Jombang pada Selasa (27/5/2025) malam.
Bupati Jombang Warsubi serta Wakil Bupati Jombang KH. Salmanudin Yazid atau Gus Salman serta jajaran Forum Pimpinan Komunikasi Daerah (Forkopimda) Kabupaten Jombang tampak hadir dalam acara tersebut.
Ketua Panitia HPN PWI Jombang, Saiful Mualimin menyampaikan, isu ketahanan pangan dan lingkungan hidup merupakan isu strategis. Sehingga membutuhkan perhatian dan kolaborasi berbagai pihak.
"Dalam konteks ini, peran pers sebagai pilar keempat demokrasi sangat vital. Melalui pemberitaan yang objektif, edukatif, dan konstruktif, pers mampu menjadi jembatan antara pemerintah, petani, pelaku usaha, dan masyarakat luas," ucap Saiful, Rabu (28/5/2025).
Menurut wartawan media televisi JTV itu, di tengah tantangan perubahan iklim, alih fungsi lahan, serta distribusi pangan yang belum merata dibutuhkan peran media.
Media massa harus hadir memberikan informasi yang akurat mengenai kondisi pertanian, kebijakan pemerintah, hingga inovasi teknologi di sektor pangan.
"Tak hanya itu, pers juga berperan dalam mengawasi jalannya program ketahanan pangan agar tepat sasaran dan transparan," bebernya.
Karena itu, PWI Jombang mengusung tema “Pers Mengawal Ketahanan Pangan dan Kelestarian Lingkungan Berkelanjutan”. Sebelum resepsi malam puncak ini berlayar, PWI Jombang sudah menuntaskan berbagai rangkaian kegiatan.
Diawali dengan refleksi dan tasyakuran di Kantor PWI Jombang, pada (9/2/2025), dilanjutkan kegiatan tanam pohon bertajuk “Tumpak Tandur Bhumi Wono Ndadari” yang dilaksanakan di Desa Pakel, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, pada Rabu, (26/2/2025).
Selanjutnya, tebar benih ikan di Sungai Candimulyo. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (7/5/2025). Kegiatan ini dilaksanakan oleh PWI Jombang, berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Candimulyo, Polres Jombang, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Rangkaian kegiatan HPN 2025, dilanjutkan dengan lomba fotografi bertema “Ketahanan Pangan dan Kelestarian Lingkungan”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Maret–April. Setelah melalui proses penilaian, terdapat 10 finalis melakukan presentasi pada Sabtu (10/5/2025).
Kemudian lomba menulis surat kepada bupati dan wakil bupati Jombang. Lomba ini ada dua kategori. Yakni kategori pelajar, serta kategori mahasiswa dan umum. Setelah melalui proses penilaian, terdapat 10 finalis dari masing-masing kategori. Mereka melakukan presentasi pada Sabtu (10/5/2025).
Terakhir, acara puncak HPN PWI Jombang 2025 digelar pada Selasa (27/5/2025) malam, di Pendopo Kabupaten Jombang. Acara puncak itu diisi dengan acara PWI Jombang Award 2025.
PWI memberikan penghargaan kepada 6 tokoh di Kabupaten Jombang yang telah menunjukkan kreativitas dan inovasi, serta memberikan kontribusi dalam bidang ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan.
"Juga pengumuman pemenang lomba fotografi, pengumuman pemenang lomba menulis surat kepada bupati dan wakil bupati Jombang," ungkap Syaiful.
Ketua PWI Kabupaten Jombang, Muhammad Mufid menyebut, HPN merupakan momen penting bagi insan pers. Dia meminta agar wartawan di Kabupaten Jombang tetap profesional dan bekerja sesuai kode etik jurnalistik.
"Dengan bekerja sesuai kode etik dan etika bekerja, sama saja kita menjaga martabat insan pers. Khususnya di Kabupaten Jombang. Hal itulah yang bisa memberikan manfaat, mencerdaskan bangsa. Dengan terus menjunjung profesionalisme dan kode etik dalam bekerja," ungkapnya.
Lebih lanjut, Mufid menjelaskan, bila insan pers bekerja sesuai aturan, maka yang akan menerima imbasnya adalah masyarakat yang semakin tercerdaskan. Mengingat, kerja-kerja jurnalistik adalah memproduksi karya berupa informasi yang bisa dinikmati oleh masyarakat.
Namun sebaliknya, lanjut Mufid, jika insan pers tidak menjalan tugasnya sesuai kode etik jurnalistik, maka martabat profesi jurnalis akan tercoreng dan berimbas kepada masyarakat yang tidak tercerdaskan.
"Mau tidak mau, masyarakat bisa tercerdaskan oleh informasi yang setiap hari di konsumsi. Produk jurnalistik dari insan pers inilah yang nantinya akan menjadi jembatan untuk mencerdaskan masyarakat Indonesia," bebernya. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

