PWI Jombang Kecam Pelarangan Liputan Kunjungan Kapolri ke Ponpes Tebuireng

Ia melihat ada sejumlah kejanggalan yang patut menjadi perhatian.

26 Jun 2025 - 10:30
PWI Jombang Kecam Pelarangan Liputan Kunjungan Kapolri ke Ponpes Tebuireng
Momen rombongan kunjungan kerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ke Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. (Ist/SJP)

JOMBANG, SJP – Langkah aparat keamanan yang menutup akses peliputan saat kunjungan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ke Pondok Pesantren Tebuireng, Rabu (25/6/2025), menuai kecaman dari insan pers. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jombang, Muhammad Mufid, menilai tindakan itu mencederai prinsip transparansi informasi publik dan kebebasan pers.

Menurut Mufid, pelarangan mendadak terhadap jurnalis yang hendak meliput di lapangan adalah bentuk pembatasan yang tidak berdasar. Ia menyoroti tiga kejanggalan dalam pengamanan kunjungan tersebut.

"Pertama, tidak ada pemberitahuan resmi sebelumnya bahwa kegiatan bersifat tertutup. Wartawan baru tahu saat sudah di lokasi, dan itu sangat tidak profesional," tegasnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (26/6/2025).

Lebih lanjut, Mufid menilai kunjungan Kapolri ke Tebuireng bukanlah agenda pribadi yang bisa ditutup dari pantauan media. Ziarah ke makam Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), kata dia, adalah peristiwa publik yang layak diketahui masyarakat luas.

"Ini adalah peristiwa nasional yang melibatkan simbol penting negara dan tokoh publik. Pesantren Tebuireng pun selama ini dikenal terbuka terhadap media. Jadi pelarangan ini sangat aneh," ujar redaktur salah satu media online lokal tersebut.

Yang makin menimbulkan tanda tanya, kata Mufid, adalah adanya inkonsistensi perlakuan terhadap media. Meski secara umum peliputan dilarang, ada beberapa awak media yang diketahui berhasil masuk ke area dalam pondok.

"Ada diskriminasi perlakuan. Ini membuat kita bertanya: apa standar keamanannya? Mengapa ada jurnalis yang boleh masuk sementara yang lain tidak?" tanyanya.

PWI Jombang menuntut ke depan ada komunikasi yang jelas antara aparat, panitia, dan media setiap kali ada kunjungan pejabat tinggi negara. Menurut Mufid, media tidak berniat mengganggu jalannya agenda, melainkan menjalankan tugas jurnalistik agar publik mendapat informasi yang akurat.

Sebelumnya, para jurnalis yang hendak meliput kunjungan Kapolri di gerbang utama Tebuireng dihadang petugas keamanan. Saat dikonfirmasi, Kasatlantas Polres Jombang Iptu Rita Puspitasari menyatakan bahwa penutupan akses media merupakan arahan dari Mabes Polri.

“Petunjuk dari Mabes demikian, mohon maaf ya,” ujarnya singkat.

Diketahui, Kapolri tiba di Tebuireng sekitar pukul 13.45 WIB dan langsung berziarah ke makam Gus Dur, sebelum melanjutkan agenda berikutnya di wilayah Jawa Timur. Namun, publik tak bisa mengetahui lebih jauh jalannya agenda tersebut karena tertutupnya akses peliputan. (*)

Editor : Danu S

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow