PWI Bondowoso Silaturahmi ke Ketua DPRD, Bahas Sinergi Jurnalis dan Legislatif

Ketua DPRD Bondowoso menjadi orang pertama yang dikunjungi oleh pengurus PWI Bondowoso, pasca terpilihnya Sincha Ari Pangestu sebagai Ketua PWI Bondowoso periode 2025-2028.

05 Aug 2025 - 22:58
PWI Bondowoso Silaturahmi ke Ketua DPRD, Bahas Sinergi Jurnalis dan Legislatif
Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir berdampingan dengan Ketua PWI Bondowoso Sinca Ari Pangestu diapit oleh pengurus PWI (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bondowoso masa bakti 2025–2028, bersilaturahmi ke Ketua DPRD Bondowoso, Ahmad Dhafir, pada Selasa (5/8/2025). 

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana akrab dan hangat. Dalam agenda tersebut, kedua pihak membicarakan berbagai isu, terutama tentang pentingnya membangun kemitraan yang kuat antara insan pers dan lembaga legislatif untuk mendorong kemajuan daerah.

Ketua PWI Bondowoso, Sincha Ari Pangestu atau yang dikenal dengan sapaan Ocha, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Ketua DPRD. Ia menuturkan bahwa tujuan kunjungan ini adalah untuk mempererat kerja sama yang sudah terjalin selama ini.

“Hubungan kita sebenarnya sudah sangat baik, tapi perlu terus dirawat agar lebih kuat,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa PWI Bondowoso yang kini banyak diisi oleh jurnalis muda sangat membutuhkan bimbingan serta masukan dari tokoh-tokoh senior di legislatif.

“Kami mohon bimbingan pak ketua,” kata Ocha.

Di sisi lain, Ahmad Dhafir menegaskan bahwa peran media sangat vital dalam sistem demokrasi. Menurutnya, jurnalis adalah mitra penting bagi pemerintah dan legislatif dalam menyampaikan informasi kepada publik serta mengawal jalannya pembangunan.

“Eksekutif dan legislatif tidak bisa berdiri sendiri tanpa teman-teman wartawan,” tegas Ketua DPC PKB Bondowoso itu.

Ia mengingatkan bahwa media merupakan salah satu pilar demokrasi yang harus tetap independen. Baginya, kritik yang disampaikan media adalah bagian dari mekanisme demokrasi yang sehat, namun prestasi dan capaian pemerintah juga layak diberitakan.

“Pemerintah harus dikritik, tapi keberhasilan pembangunan juga harus disampaikan. Itulah kolaborasi yang sebenarnya, Pejabat Publik jangan alergi sama wartawan,” ujarnya.

Di akhir pertemuan, Ahmad Dhafir menekankan pentingnya prinsip akurasi dan keberimbangan dalam pemberitaan, sebagai wujud tanggung jawab jurnalis dalam membangun demokrasi yang berkualitas. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow