Punden Eyang Nambi di Situs Jladri Hutan Kabuh Jombang Bertutur Kearifan Lokal

Situs Jladri dengan keberadaan Punden Eyang Nambi di Hutan Kabuh, Jombang menggambarkan kearifan lokal nilai spiritualitas leluhur.

23 Apr 2025 - 22:30
Punden Eyang Nambi di Situs Jladri Hutan Kabuh Jombang Bertutur Kearifan Lokal
Jamilun penjaga kearifan lokal Situs Jladri saat berada di Punden Eyang Nambi, di Kabuh, Jombang. (Ist/SJP)

JOMBANG, SJP - Sebuah tumpukan batu tersusun sedemikian rupa. Teduh, terlindung rerimbun pohon menyimpan cerita spiritualitas dari seorang hamba kepada Tuhan sang Pencipta. 

Bukan sekedar tumpukan batu biasa. Berlokasi di kawasan hutan wilayah tiga Desa, yakni Desa Manduro, Desa Sumbergondang, dan Desa Sumberingin. Persis titik lokasi masuk Dusun Bedander, Desa Sumbergondang, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang. 

"Ada pesan Spiritual yang dipahami oleh kami," ucap Jamilun penjaga kearifan lokal situs Jladri dalam percakapan pesan yang diterima wartawan, Rabu (23/4/2025). 

Dengan raut wajah tegas, Jamilun bertutur, di dalam situs Jladri ada sebuah Punden yang dipercaya memiliki tuah. Warga mengenalnya dengan Punden Eyang Nambi.

Sebuah batu berbalut kain kafan dengan sesajen, Jamilun menunjuk ke Punden yang diyakini memiliki usia lebih tua dari situs-situs disekitar wilayah Kabuh. 

"Itu Punden Eyang Nambi, kami mensakralkan," ujarnya. 

Disekitar Punden terdapat berbagai bentuk batu yang warga yakini sebagai peninggalan Eyang Nambi. Tampak penggambaran spiritual dari beragam bentuk batu itu. Satu di antaranya batu dengan guratan-guratan yang mulai samar dimakan usia. 

"Konon katanya menyerupai gambar Dewa Siwa," ujarnya

Tidak jauh, terdapat batu dengan bentuk menyerupai kelopak buah Manggis. Terkesan tak lazim, dan masih menyimpan misteri akan kesan dan pesan apa yang ingin disampaikan. Sejurus sebuah pedupaan dengan tiga lubang mengarah pada nilai spiritualitas leluhur kepada sang pencipta. 

"Bentuk pendupaan ini melambangkan konsep manunggaling kawulo gusti, penyatuan antara manusia sebagai hamba dengan Tuhan Yang Maha Esa," jelas Jamilun. 

Simbolisme sakralnya peninggalan Eyang Nambi, juga terpancar dari keberadaan sebuah payung munto berundak tiga berdiri kokoh di area punden. Sesajen yang sarat makna. Tampak nginangan (sirih pinang), kendi, cabe, suruh, cermin, sisir, dan beragam bunga tertata rapi.

"Ini juga memiliki makna yang sama, manunggaling kawulo gusti, sementara Sesajen ini dipercaya dipersembahkan kepada nini danyang dan kaki danyang, para leluhur yang pertama kali membuka dan menjaga situs Jladri ini," terangnya.

Kisah yang diturunkan dari generasi ke generasi menyebutkan bahwa Punden Eyang Nambi diyakini jauh lebih tua dari situs-situs yang ada di area ini.

Jamilun berharap cerita ringkas ini dapat membuka mata akan kekayaan nilai luhur yang tersembunyi di Punden Eyang Nambi area situs Jladri. Sebuah warisan tak ternilai yang patut dijaga dan dihormati. (*)

Editor: Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow