Puluhan Pelajar di Bondowoso Jadi Duta Moderasi Beragama
Bupati Bondowoso Abd. Hamid Wahid mengajak pelajar menjadi Kader Moderasi Beragama guna memperkuat toleransi dan kerukunan. Ia menekankan pentingnya aksi nyata dalam menjaga harmoni antarumat beragama, didukung kolaborasi Kejaksaan, Kemenag, dan FKUB.
BONDOWOSO, SJP – Di tengah semangat para pelajar yang memenuhi ruang kegiatan, Bondowoso seolah menunjukkan bahwa masa depan toleransi ada di tangan generasi mudanya. Dengan senyum dan antusiasme, sekira 55 siswa mendeklarasikan diri sebagai Kader Moderasi Beragama. Langkah kecil mereka menyimpan harapan besar bagi kerukunan daerah.
Senada dengan langkah positif itu, Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, mengajak para pelajar di Bumi Ki Ronggo untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama.
Ajakan itu disampaikan dalam acara Deklarasi Kader Moderasi Beragama dan Sosialisasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan Masyarakat (PAKEM) di Pendopo Raden Bagus Assra Bondowoso, pada Senin (17/5/2025).
Kegiatan yang digagas oleh Kejaksaan Negeri Bondowoso, Kementerian Agama, serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) itu dihadiri puluhan siswa SMA, SMK, dan MA, baik negeri maupun swasta. Mereka secara simbolis mendeklarasikan komitmen sebagai Kader Moderasi Beragama.
Orang nomor satu di Bondowoso ini menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia mengatakan, moderasi beragama bukanlah melemahkan keyakinan, melainkan cara beragama yang adil, seimbang, dan menghargai perbedaan.
“Moderasi beragama adalah upaya agar keyakinan kita membawa kedamaian, bukan perpecahan,” ujarnya.
Menurut bupati yang karib disapa Ra Hamid ini, generasi muda memegang peran penting karena mereka adalah duta perdamaian di lingkungan sekolah, maupun masyarakat. Ia berharap para pelajar Bondowoso dapat menumbuhkan semangat toleransi, kebersamaan, dan cinta tanah air.
“Di tangan kalianlah harapan itu saya titipkan. Semoga nilai-nilai moderasi tumbuh subur di Bondowoso yang religius ini,” harapnya.
Sbagai bupati, Ra Hamid juga menegaskan, Bondowoso selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal. Dengan penguatan moderasi beragama, ia optimistis kerukunan dan kemajuan daerah akan semakin kokoh.
"Saya berharap deklarasi ini tidak hanya berhenti sebagai seremonial, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata di sekolah dan lingkungan masing-masing, seperti membangun dialog, menghargai perbedaan, dan menghidupkan semangat gotong royong lintas agama," pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

