Puluhan Lansia di Blitar Keracunan usai Santap Kolak Kacang Hijau saat Ikuti Posyandu

Puluhan lansia di Dusun Sidorejo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar mengalami keracunan massal usai mengonsumsi minuman kolak kacang hijau yang disajikan saat kegiatan posyandu lansia.

12 May 2025 - 14:03
Puluhan Lansia di Blitar Keracunan usai Santap Kolak Kacang Hijau saat Ikuti Posyandu
Salah seorang lansia yang menjalani perawatan di puskesmas, usai mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi kolak kacang hijau. (Foto: Istimewa)

BLITAR, SJP — Puluhan orang lanjut usia (lansia) di Dusun Sidorejo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar, mengalami keracunan massal pada Sabtu (10/5/2025). Bahkan mereka harus menjalani perawatan di beberapa fasilitas kesehatan (faskes).

Puluhan lansia itu dilaporkan mengalami mual, muntah, diare, dan badan lemas setelah mengonsumsi minuman kolak kacang hijau yang dihidangkan saat mengikuti kegiatan rutin pos pelayanan terpadu (posyandu) lansia.

Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Resor (Polres) Blitar, Ipda Putut Siswahyudi menyampaikan, kegiatan posyandu lansia merupakan kegiatan rutin di wilayah tersebut dan minuman kolak kacang hijau juga sajian yang rutin diberikan.

"Diawali dengan kegiatan posyandu yang diikuti lansia, ibu hamil dan anak-anak. Ada juga tes kesehatan. Lalu dapat snack kolak kacang hijau dan buah pisang. Kemudian, besoknya peserta yang lansia mengalami mual, muntah, diare dan dilarikan ke layanan kesehatan terdekat," ujarnya, Senin (12/5/2025).

Totalnya ada 58 peserta posyandu yang mengalami keracunan. Mereka didominasi kelompok lansia. Sebanyak tujuh orang menjalani rawat inap di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Boro. Kemudian di puskesmas yang sama, 22 orang menjalani rawat jalan.

Ada enam orang menjalani rawat inap di Klinik Pelita Husada Selorejo. Kemudian satu orang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Wava Husada Kesamben. Tiga orang menjalani rawat inap di Puskesmas Kesamben. Dua orang menjalani rawat inap di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.

Kemudian satu orang menjalani rawat inap di Klinik Pelita Husada Selorejo. Lalu dua orang menjalani rawat jalan di Klinik Ramdhani. Sementara sisanya, sebanyak 14 orang menjalani rawat jalan di bidan desa setempat.

Ipda Putut menyebut, sampai saat ini masih ada 22 korban yang termasuk lansia tengah menjalani rawat inap di puskesmas maupun rumah sakit. Sedangkan lainnya sudah diizinkan untuk pulang ke rumah masing-masing.

"Masih ada yang dirawat sampai saat ini. Kalau dugaannya karena makanan atau minuman yang dikonsumsi itu. Saat ini, sampel makanan dan minuman muntahan korban sudah diambil untuk dilakukan uji laboratorium, agar bisa segera tahu penyebabnya," jelasnya.

Diketahui, peristiwa keracunan massal di Kabupaten Blitar terjadi secara beruntun. Pertama, terjadi di Dusun Sembon, Desa/Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar. Belasan warga mengalami keracunan usai mengonsumsi bakso yang dihidangkan di acara yasinan pada Kamis (8/5/2025) lalu.

Kejadian kedua, menimpa puluhan lansia di Desa Sidomulyo, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar. Mereka mengalami keracunan usai mengonsumsi kolak kacang hijau yang diberikan saat kegiatan posyandu lansia pada Sabtu (10/5/2025) lalu.

Belum diketahui penyebab utama peristiwa keracunan itu terjadi. Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Sementara tim kesehatan sudah mengambil sampel makanan dan minuman untuk dilakukan uji laboratorium. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow