Gumitir–Banyuwangi Ditutup, Pengiriman BBM ke SPBU Bondowoso Terlambat, Pertamina Petakan Jalur Distribusi

Untuk mengisi pertalite saja, pemotor di Bondowoso harus mengantre selam 2 jam. Sementara, Pertamina sudah melakukan pemetaan pendistribusian mobil tangki melalui jalur Arak-arak.

28 Jul 2025 - 09:31
Gumitir–Banyuwangi Ditutup, Pengiriman BBM ke SPBU Bondowoso Terlambat, Pertamina Petakan Jalur Distribusi
Antrean pemotor di SPBU Tamansari pada Minggu (27/5/2025) malam (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Sejumlah SPBU di Kabupaten Bondowoso mendadak ramai. Terlihat antrean sepeda motor dan mobil hingga meluber ke jalan raya dan mengular sejak Ahad (27/7/2025) kemarin, hingga Senin (28/7/2025).

Ribuan warga tampak mengantre untuk mengisi bahan bakar pertalite di semua SPBU. Hal ini diduga karena imbas dari keterlambatan pengiriman dan pasokan BBM, sejak adanya penutupan jalur Gumitir menuju Banyuwangi. 

Namun, yang menjadi aneh, kenapa di Bondowoso juga terimbas? Karena melihat kondisi wilayah, kabupaten yang terkenal dengan Kota Tape ini bisa diakses dari semua jalur, baik dari Jember maupun Situbondo.

Ternyata jika melintas dari arah Situbondo, truk tangki Pertamina dipaksa melewati jalur arak-arak yang memiliki tikungan dan tanjakan tajam. Di mana, jalut tersebut hanya bisa dilalui mobil tangki (MT) berkapasitas 16 KL dan 24 KL.

Pengiriman ini dilakukan melalui jalur Arak-arak, karena yang menjadi kendala, jalur Situbondo utara tidak bisa dilewati oleh mobil tangki Pertamina. Saat ini, di Desa Besuk Kecamatan Klabang Kabupaten Bondowoso ada pembangunan jembatan, dan jembatan darurat tidak bisa dilintasi mobil tangki.

Mengular, Pemotor Antre Isi Pertalite hingga 2 Jam

Antrean pemotor di 8 SPBU yang ada di Kabupaten Bondowoso membuat kemacetan. Terparah di SPBU Desa Sukowiryo, yang berada di jalur penghubung Bondowoso – Jember.

Selain itu di SPBU Tamansari juga mengular hingga sejauh 500 meter ke arah utara dan selatan. Warga mengantre sejak Minggu (27/7/2025), dan Senin (28/7/2025) antrean masih terlihat panjang.

Jagir, manager SPBU Tamansari mengungkap, keterlambatan pengiriman BBM merupakan imbas dari ditutupnya jalur Gumitir – Banyuwangi. Bahkan, hal itu juga terjadi di SPBU wilayah Jember. 

"Pengiriman (terlambat, red), adanya pengalihan jalan dari Gumitir lewat utara (Situbondo) semua. Jadi mobil tangki tak bisa masuk ke Pertamina," ujarnya. 

Dirinya juga menegaskan jika BBM tidak langka. Pengiriman terakhir ke SPBU Tamansari hanya 8.000 liter untuk pertalite, solar dan pertamax. Namun, jumlah itu sudah habis.

“Hanya terlambat. Pengiriman terakhir sudah habis. Sehingga, antrean warga mengular saat pengiriman datang,” ungkapnya, Senin (28/7/2025).

Yuniar, warga Keluarahan Dabasah yang ikut mengantre pertalite mengaku baru mendapatkan BBM setelah 2 jam mengantre. Dirinya harus rela mengantre hingga pukul 01.30 WIB dini hari, karena motornya kehabisan bahan bakar.

“Mau gimana lagi, penjual eceran sudah habis semua. Ya terpaksa ngantre agar besok bisa pergi bekerja, tanpa harus khawatir kekurangan BBM,” ungkapnya, Senin (28/7/2025).

Antisipasi, Pertamina Petakan Pendistribusian Mobil Tanki

Mengantisipasi keterlambatan pengiriman BBM melalui mobil tangki (MT) ke wilayah Situbondo, Banyuwangi, Jember dan Bondowoso, PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus memetakan alternatif jalur distribusi BBM hingga Elpiji seiring dengan penutupan jalan nasional Gumitir Jember-Banyuwangi sejak tanggal 24 Juli hingga 24 September 2025.

Hal itu dikatakan oleh Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi. Pihaknya telah memetakan jalur alternatif distribusi selama penutupan jalur Gumitir, penghubung utama Jember-Banyuwangi.

"Terkait mitigasi jalur ini, Pertamina telah berkoordinasi dengan Satlantas Banyuwangi dan Jember, termasuk koordinasi dengan Polres Situbondo dan Bondowoso untuk pengawalan jika terjadi kemacetan MT atau Truk LPG ketika melewati Jalur Arak-Arak yang rutenya cukup sulit dilewati," ucap dia, dalam siaran persnya yang diterima oleh suarajatimpost, Minggu (27/7/2025) malam.

Pertamina mengakui, penutupan jalan nasional di jalur Gumitir yang menghubungkan Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi itu akan berdampak pada mobilitas masyarakat sehingga sejumlah upaya antisipasi dilakukan.

"Penutupan total jalur Gumitir ini akan mengganggu mobilitas masyarakat dari Jember menuju Banyuwangi atau sebaliknya, termasuk distribusi energi mulai dari BBM hingga Elpiji," jelasnya.

Pemetaan Pertamina, lanjut Ahad mengemukakan, terdapat 41 SPBU di wilayah Jember, 8 SPBU di Bondowoso, yang berdampak terkait penutupan jalur Gumitir. 

Menjawab hal itu, Pertamina mengubah rute jalur Mobil Tangki (MT), yang semula Banyuwangi – Gumitir – Jember menjadi Banyuwangi – Situbondo – Arak-Arak – Bondowoso – Jember, namun hanya bisa dilalui MT kapasitas 16 KL dan 24 KL.

"Kami telah meminta pengawalan kepada petugas Satlantas Bondowoso, Jember, maupun Situbondo, jika terjadi kemacetan MT atau Truk LPG ketika melewati Jalur Arak-Arak Bondowoso, yang rutenya cukup sulit dilewati," terangnya.

Ahad menambahkan, sebagai antisipasi Pertamina juga akan menyediakan unit MT Bantuan yang akan menyuplai dari terminal BBM Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, yakni Instalasi Surabaya Group sebesar 160 KL per hari.

"Sementara untuk Elpiji, kami akan melakukan langkah antisipasi penyaluran dari Gresik jika terkendala macet dari Banyuwangi," tandasnya. (*)

Editor : Ali Wafa     

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow