PSEL Jadi Solusi Atasi Produksi Sampah di Kota Batu

Wali Kota Batu Nurochman menegaskan masih ada sekitar 30–50 ton per hari yang disiapkan untuk disuplai ke PSEL, terutama yang dihasilkan dari ruas jalan protokol maupun sektor usaha hotel, restoran, dan kafe.

22 Aug 2025 - 16:04
PSEL Jadi Solusi Atasi Produksi Sampah di Kota Batu
Produksi sampah di Kota Batu yang berada di TPA Tlekung (Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP – Pemerintah Kota Batu menyatakan dukungan penuh terhadap program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang tengah disiapkan di Malang Raya.

Program nasional ini dinilai menjadi solusi konkret dalam mengurangi timbulan sampah, sekaligus mengoptimalkan pengelolaan limbah yang selama ini masih belum sepenuhnya teratasi.

Wali Kota Batu Nurochman pada Jumat (22/8/2024) menegaskan bahwa Pemkot Batu siap berkolaborasi dalam pembangunan PSEL yang direncanakan berlokasi di Kota Malang.

Menurutnya, upaya pengentasan masalah sampah menjadi salah satu prioritas yang selama ini masuk dalam program kerjanya.

“Untuk di Kota Batu sendiri, kami masih terkendala ketersediaan lahan. Karena itu, opsi pembangunan PSEL di Kota Malang menjadi langkah yang sangat memungkinkan. Kami berkomitmen mendukung penuh agar masalah sampah di Malang Raya bisa terselesaikan,” ujarnya.

Ia memaparkan, volume sampah harian di Kota Batu mencapai 122,138 ton per hari. Dari jumlah itu, sebanyak 106,138 ton sudah terkelola, sementara 16 ton sisanya belum tertangani.

Pihaknya berharap, melalui pengelolaan sampah terintegrasi, termasuk kontribusi ke PSEL, permasalahan ini bisa teratasi dengan lebih maksimal.

“Kami harap dengan adanya PSEL, solusi pengurangan timbulan sampah bisa berjalan lebih optimal,” tambahnya.

Nurochman juga menyebut, Kota Batu saat ini sudah mengelola sebagian besar sampah melalui Tempat Pembuangan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R). Bahkan, sekitar 37 ton telah berhasil dipilah dan diolah secara mandiri.

Namun, masih ada sekitar 30–50 ton per hari yang disiapkan untuk disuplai ke PSEL, terutama yang dihasilkan dari ruas jalan protokol maupun sektor usaha hotel, restoran, dan kafe.

“Dengan PSEL, kami bisa mengurangi ketergantungan pada insinerator yang selama ini menyedot biaya besar dan berpotensi menurunkan indeks kualitas lingkungan hidup. Teknologi termal PSEL diharapkan menjadi solusi lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow