Proyek TPT Desa Ngepung Nganjuk Ambrol, Pemdes Pastikan Sesuai RAB Namun Tetap Diinvestigasi

Proyek pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di Desa Ngepung Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk, yang didanai oleh dana desa tahun 2025 sebesar Rp93.195.000, ambrol. Kejadian ini menimbulkan kekecewaan di kalangan warga dan memicu pertanyaan mengenai kualitas pengerjaan proyek tersebut.

28 Nov 2025 - 16:33
Proyek TPT Desa Ngepung Nganjuk Ambrol, Pemdes Pastikan Sesuai RAB Namun Tetap Diinvestigasi
Suyoto (50) Ketua RT 3 RW 4 Desa Ngepung saat ditemui di lokasi (Foto: kuswanto/SJP)

NGANJUK, SJP – Ambrolnya tembok penahan tanah (TPT) di Desa Ngepung Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk yang bersumber dari Dana Desa tahun 2025, membuat Penjabat (Pj) Kepala Desa Ngepung, Zarnuji angkat bicara.

Menurut Zarnuji, ambrolnya TPT tersebut diduga kuat disebabkan oleh bencana banjir yang terjadi beberapa hari ini.

"Bener mas, kami sangat menyayangkan kejadian ini. Tapi bagaimana lagi ya namanya bencana," ujarnya saat dihubungi melalui via WhatsApp, Jumat (28/11/2025). 

Lebih lanjut, Zarnuji menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan beberapa perangkat, termasuk pelaksana kegiatan (PK) pembangunan, yakni, Kasi Kesejahteraan untuk melakukan perbaikan.

"Kami ingin mengetahui secara pasti apakah ada unsur kelalaian dalam pelaksanaan proyek ini, atau murni karena faktor alam," ungkapnya.

Disinggung material yang digunakan, Zarnuji menyampaikan jika pekerjaan tersebut sesuai RAB dan memakai batu kumbung. 

"Semuanya sudah sesuai aturan, sesuai RAB pekerjaan yang ada di desa menggunakan batu kumbung," terangnya. 

Sebelumnya, proyek pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di Desa Ngepung Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk, yang didanai oleh dana desa tahun 2025 sebesar Rp93.195.000, ambrol. Kejadian ini menimbulkan kekecewaan di kalangan warga dan memicu pertanyaan mengenai kualitas pengerjaan proyek tersebut.

Menurut keterangan Suyoto (50) Ketua RT 3 RW 4 Desa Ngepung saat ditemui di lokasi mengatakan, TPT yang baru saja selesai dikerjakan tanggal 13 Oktober hingga 29 Oktober 2025 itu, ambrol setelah diguyur hujan deras. 

"Padahal baru selesai dibangun 15 hari lalu. Tapi karena hujan deras, langsung ambrol," kata Suyoto, Kamis (27/11/2025).

Menurut Suyoto, waktu selesai dikerjakan, bangunan ini tidak bisa menahan air, akhirnya ambrol, dan hingga hari ini belum diperbaiki.

Ambrolnya TPT ini Kata Suyoto, diduga disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya, material yang digunakan dalam pembangunan TPT diduga tidak memenuhi standar kualitas.

"Kami berharap pemerintah desa segera memperbaiki TPT ini, karena sangat penting untuk mencegah banjir," ujarnya. (*) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow