PPIH Embarkasi Surabaya Imbau Jemaah Haji Waspadai Cuaca Panas Ekstrem di Madinah
Sudah 4.171 jemaah berangkat, PPIH Surabaya ingatkan risiko dehidrasi di Madinah akibat suhu ekstrem 41°C dan imbau jemaah tak memaksakan diri saat beribadah.
SURABAYA, SJP - Di tengah proses keberangkatan haji yang sedang berlangsung, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya mengeluarkan imbauan penting terkait kondisi cuaca panas ekstrem di Kota Madinah.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Akhmad Sruji Bahtiar, menyampaikan, suhu udara di Madinah pada siang hari diperkirakan mencapai kisaran 36 hingga 41 derajat Celsius.
Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan dengan memperbanyak konsumsi air agar terhindar dari dehidrasi.
"Kami berpesan agar para jemaah rutin minum air, terutama air zam-zam, untuk membantu menjaga kondisi tubuh dalam cuaca yang panas. Jangan menunggu haus," ujar Bahtiar, Kamis (8/5/2025).
Lebih lanjut, Bahtiar mengingatkan agar jemaah tidak memaksakan diri beraktivitas atau beribadah di luar kemampuan, terutama saat berada di Madinah.
Menurutnya, jemaah perlu mempersiapkan kondisi fisik dan mental sebaik mungkin untuk rangkaian ibadah utama di Kota Makkah.
"Inti ibadah haji akan dilaksanakan di Makkah. Oleh karena itu, kami imbau agar para jemaah menggunakan waktu di Madinah dengan bijak, tanpa memforsir diri," tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Bahtiar menyampaikan kabar duka atas meninggalnya seorang jemaah haji Embarkasi Surabaya. Seo
"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Kami menyampaikan kabar duka. Seorang jemaah kloter 3, Isdiyono Taslim Atmo Suwito (60) telah meninggal hari ini pada pukul 08.18 WIB di RS Haji Surabaya. Kami turut berbela sungkawa. Semoga beliau ditempatkan di surga dan keluarga diberi ketabahan," ujar Bahtiar.
Jenazah Isdiyono telah dipulangkan ke kediamannya, Desa Gebang, Kecamatan Pakel, Tulungagung dan dimakamkan Minggu malam.
Pihak PPIH terus melakukan pemantauan kesehatan dan memberikan edukasi kepada jemaah guna memastikan keselamatan selama menjalankan ibadah haji. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

