Pondok Ramadan Janda Lansia di Talun Blitar Jadi Ikhtiar Mencari Ilmu dan Raih Husnul Khotimah

Puluhan janda lansia mengikuti kegiatan Pondok Ramadan di Masjid Jami Mustajabud Daawaad, Dusun Bendelonje, Desa Kendalrejo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar.

23 Feb 2026 - 19:00
Pondok Ramadan Janda Lansia di Talun Blitar Jadi Ikhtiar Mencari Ilmu dan Raih Husnul Khotimah
Para lansia yang mengikuti kegiatan Pondok Ramadan Janda Lansia di Dusun Bendelonje, Desa Kendalrejo, Kecamatan Talum, Kabupaten Blitar. (Foto : Ninda Kinanti)

BLITAR, SJP - Semangat menuntut ilmu tak pernah mengenal usia. Hal itu tergambar dalam kegiatan Pondok Ramadan Janda Lansia yang digelar di Masjid Jami Mustajabud Daawaad di Dusun Bendelonje, Desa Kendalrejo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar.

Salah seorang peserta bernama Zaebadiyah (78) mengaku rutin mengikuti kegiatan tersebut sejak 2015. Perempuan asal Desa Kemirigede, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar itu setiap Ramadan menginap selama 12 hari untuk memperdalam ilmu agama.

Hanya saat pandemi Covid-19 selama dua tahun kegiatan tersebut sempat libur.

"Alhamdulillah banyak manfaatnya. Dapat ilmu, lalu saya sampaikan lagi di rumah untuk keluarga," ujarnya, Senin (23/2/2026).

Zaebadiyah yang memiliki enam putra, 25 cucu, dan tujuh buyut itu berhadap di usia senja tetap bisa menjadi pribadi yang berguna serta menggapai husnul khotimah.

"Senang rasanya, ingin menjadi lansia yang berguna dan insyaallah husnul khotimah," katanya.

Pengelola Pondok Ramadan Janda Lansia Sri Banun menjelaskan program ini dikhususkan untuk para janda lansia agar tetap aktif dan tidak merasa kesepian di rumah.

"Kami menghimpun para janda lansia supaya tidak gampang pikun. Kalau di rumah sering diam sendiri, disini bisa berkumpul, tertawa dan merasa senang," ucapnya.

Program Pondok Ramadan Janda Lansia telah berjalan sejak tahun 2009 dan tetap konsisten diadakan di Masjid Jami Mustajabud Daawaad, meski jumlah peserta sempat sedikit.

Dukungan datang dari masyarakat, pamong desa, kader hingga para lansia sendiri.

"Tahun ini tercatat ada 43 peserta lansia yang mengikuti kegiatan ini. Sebanyak 38 orang menginap penuh, sementara sebagian lainnya pulang pergi. Peserta berasal dari berbagai daerah seperti Kemirigede, Wlingi, Kesamben, hingga Tulungagung. Usia rata-rata peserta antara 70 hingga 80 tahun, dengan peserta tertua berusia 88 tahun," terangnya.

Beragam aktivitas dijalani setiap hari dan dimulai pukul 06.00 WIB. Diawali dengan senam pagi, dilanjutkan bersih-bersih, mandi, salat dhuha, serta mengaji bersama Ustadz. Setelah itu jeda diisi dengan hiburan berupa sholawat dan nyanyian bersama.

Menjelang siang, istirahat terlebih dahulu, lalu dilanjutkan dengan salat dhuhur. Setelah salat berjamaah, kegiatan dilanjutkan tadarus serta pengajian materi puasa. Menjelang berbuka, para peserta mengisi waktu dengan membaca lantunan tahlil.

"Malam harinya, para lansia mengikuti salat tarawih dan kembali tadarus. Mereka kemudian beristirahat dan bangun sekitar pukul 02.30 WIB untuk persiapan sahur. Tahun ini, kebutuhan buka dan sahur dimasak sendiri di dapur masjid," imbuhnya.

Melalui Pondok Ramadan Janda Lansia ini, para peserta tak hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga menemukan kebersamaan dan kebahagiaan di usia senja yang menjadi sebuah ikhtiar sederhana untuk tetap bermanfaat hingga akhir hayat. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow