Polri Bangun Dapur Gizi di Madiun, 4.103 Siswa Jadi Penerima Manfaat
Polri membangun dapur gizi di Madiun untuk program Makan Bergizi Gratis bagi 4.103 siswa, bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo. Target rampung Oktober 2025.
MADIUN, SJP — Sebuah gebrakan penting dalam pemenuhan gizi anak sekolah kembali digulirkan. Polri membangun dapur gizi di Kota Madiun untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi 4.103 siswa SD dan SMP.
Langkah ini menjadi bagian dari percepatan Asta Cita Presiden Prabowo, sekaligus wujud nyata kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan sektor swasta.
Peletakan batu pertama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lapak Kampir, Kelurahan Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, dilakukan Jumat (8/8/2025) sore oleh Irwasum Polri, Komjen Pol Dedi Prasetyo.
Kegiatan tersebut dihadiri Forkopimda Kota Madiun, tokoh masyarakat, tokoh agama, kepala sekolah, serta pihak terkait lainnya.
SPPG Kanigoro dibangun menggunakan dana CSR perusahaan swasta sebesar Rp1,9 miliar. Pembangunan ini ditargetkan rampung dalam 45 hari dan siap beroperasi pada Oktober 2025. Nantinya, dapur gizi ini akan memproduksi makanan sehat setiap hari untuk ribuan siswa penerima manfaat.
“Setiap makanan yang diproduksi akan melalui security food test untuk memastikan higienitas dan mencegah keracunan. Kami ingin gizi yang diberikan aman, sehat, dan berkualitas,” tegas komjen Pol Dedi.
Tidak hanya fokus pada gizi, program ini juga mengusung strategi penta helix—kolaborasi antara pemerintah, swasta, akademisi, masyarakat, dan media—sebagai pondasi keberlanjutan.
Wali Kota Madiun, Maidi, menilai keberadaan dapur gizi ini membawa dampak luas. “Selain memberi asupan sehat bagi anak-anak, dapur gizi ini juga menjadi penopang ketahanan pangan dan kualitas lingkungan kota. Semua harus saling terhubung demi Madiun yang sehat, hijau, dan mandiri pangan,” ujarnya.
Secara nasional, Polri telah mengoperasikan 27 SPPG yang melayani 86.777 penerima manfaat per hari. Hingga Agustus 2025, tercatat 34 unit dalam tahap persiapan, 155 unit dalam pembangunan, dan 205 unit baru memulai konstruksi. Targetnya, 500 SPPG akan aktif di akhir 2025 dan meningkat menjadi 1.000 unit pada 2026, melayani 1,47 juta orang setiap harinya. (**)
Sumber: Beritasatu.com
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

