Polres Tulungagung Siapkan 302 Personel Amankan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
Untuk mendukung pengamanan, Polres Tulungagung mendirikan tiga pos pengamanan. Pos pertama berada di jalur lintas selatan, pos kedua ditempatkan di Pasar Bandung, sementara pos ketiga berada di kawasan GOR Lembu Peteng.
TULUNGAGUNG, SJP - Polres Tulungagung menggelar apel pasukan Operasi Lilin Semeru 2025 sebagai tanda kesiapan pengamanan rangkaian perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Operasi ini akan berlangsung selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, dengan melibatkan ratusan personel gabungan.
Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi mengatakan, sebanyak 302 personel disiagakan dalam Operasi Lilin Semeru 2025. Personel tersebut berasal dari unsur Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta instansi terkait lainnya. Selain itu, seluruh anggota Polri baik di tingkat Polres maupun Polsek juga akan dilibatkan dalam pengamanan di wilayah masing-masing.
“Untuk Operasi Lilin Semeru 2025 ini, kami menyiapkan 302 personel gabungan. Namun dalam pelaksanaannya nanti, seluruh personel Polri di jajaran Polres dan Polsek akan terlibat untuk memastikan pengamanan berjalan optimal,” ujar AKBP Taat.
Dalam operasi tersebut, terdapat empat sasaran utama pengamanan. Sasaran pertama adalah menjamin keamanan dan kelancaran ibadah umat Kristiani selama perayaan Natal dan Tahun Baru.
Di Kabupaten Tulungagung sendiri terdapat 106 gereja yang tersebar di 17 kecamatan. Dari total 19 kecamatan, hanya Kecamatan Tanggunggunung dan Sumbergempol yang tidak memiliki gereja.
“Kami sudah mengantongi data kegiatan ibadah di 106 gereja tersebut. Seluruhnya menjadi prioritas pengamanan agar ibadah Natal dan Tahun Baru bisa berlangsung aman dan lancar,” jelasnya.
Sasaran kedua adalah keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. Menurut Kapolres, mobilitas masyarakat diperkirakan meningkat selama libur Natal dan Tahun Baru, baik pergerakan lokal antar kecamatan, antar kabupaten, hingga aktivitas wisata. Kawasan wisata Pantai Selatan Tulungagung diprediksi kembali menjadi tujuan favorit masyarakat, seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Mobilitas masyarakat pasti meningkat, termasuk ke tempat-tempat wisata. Pantai Selatan Tulungagung menjadi salah satu prioritas pengamanan karena biasanya ramai dikunjungi saat libur Nataru,” katanya.
Sasaran ketiga dalam Operasi Lilin Semeru 2025 adalah menjaga ketersediaan pangan dan stabilitas harga bahan pokok. Peningkatan konsumsi masyarakat selama libur panjang dinilai berpotensi memengaruhi pasokan dan harga kebutuhan pokok.
“Kami juga fokus pada stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, karena konsumsi masyarakat biasanya meningkat menjelang Natal dan Tahun Baru,” ujar AKBP Taat.
Sasaran terakhir adalah pengamanan terhadap potensi gangguan kamtibmas lainnya, termasuk kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Kapolres mengingatkan bahwa intensitas curah hujan pada bulan Desember hingga Februari masih tinggi, sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan.
“Sebagaimana arahan Kapolri, bulan Desember ini merupakan puncak curah hujan. Karena itu kami tetap siaga terhadap potensi bencana alam,” imbuhnya.
Untuk mendukung pengamanan, Polres Tulungagung mendirikan tiga pos pengamanan. Pos pertama berada di jalur lintas selatan untuk mengantisipasi lonjakan arus lalu lintas menuju kawasan wisata. Pos kedua ditempatkan di Pasar Bandung yang merupakan titik pertemuan arus dari berbagai arah.
Sementara pos ketiga berada di kawasan GOR Lembu Peteng guna mengantisipasi kepadatan di sejumlah titik rawan seperti simpang tiga Jetaan, Cuwiri, hingga Jembatan Lembu Peteng dan area terminal.
Khusus pengamanan ibadah Natal, Polres Tulungagung akan melakukan sterilisasi dan pengamanan berlapis di setiap gereja. Pengamanan dilakukan sebelum, saat, dan setelah kegiatan ibadah.
“Kami lakukan sterilisasi dan pengamanan menyeluruh di gereja-gereja, mulai sebelum ibadah, saat pelaksanaan, hingga setelah selesai. Harapannya, umat Kristiani bisa menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman,” tegas Kapolres.
Selain itu, pengamanan juga difokuskan pada objek-objek wisata, terutama kawasan pesisir yang berpotensi ramai pengunjung. Tulungagung memiliki empat kecamatan pesisir, yakni Besuki, Kalidawir, Pucanglaban, dan Tanggunggunung.
“Kami sudah mengimbau para Kapolsek untuk memastikan pengelola wisata laut dan kelompok sadar wisata memasang imbauan keselamatan. Personel juga disiagakan untuk mengingatkan pengunjung agar tidak melakukan aktivitas berbahaya,” ungkap AKBP Taat.
Patroli akan ditingkatkan pada jam-jam dan hari-hari dengan tingkat kunjungan tinggi. Petugas juga akan menggunakan pengeras suara secara rutin untuk mengingatkan pengunjung mematuhi aturan dan menjauhi area berbahaya.
Berkaca dari pengalaman tahun lalu, Kapolres memprediksi arus lalu lintas di Tulungagung berpotensi meningkat karena menjadi jalur perlintasan menuju daerah lain, termasuk Trenggalek. Meski demikian, peningkatan kunjungan wisata juga dipengaruhi oleh faktor cuaca.
“Ada kemungkinan kunjungan meningkat jika cuaca mendukung. Namun jika hujan cukup tinggi, masyarakat mungkin akan menyesuaikan rencana wisatanya,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

