Polres Tulungagung Siagakan 397 Personel Amankan Mudik Lebaran, Simpang Cuwiri dan Lembupeteng Diprediksi Jadi Titik Rawan Macet
Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP M. Taufik Nabila, mengatakan ratusan personel tersebut akan disebar di sejumlah titik strategis untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas selama masa mudik hingga libur Lebaran.
TULUNGAGUNG, SJP - Kepolisian Resor Tulungagung mulai menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan selama musim mudik dan libur Lebaran tahun 2026. Sejumlah simpul kepadatan lalu lintas diperkirakan muncul, terutama di wilayah dalam kota serta jalur menuju kawasan wisata.
Pengamanan tersebut dilakukan melalui Operasi Ketupat Semeru 2026 yang melibatkan 397 personel gabungan dari berbagai instansi. Rinciannya, 268 personel berasal dari kepolisian, sementara sisanya berasal dari TNI, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, organisasi radio amatir, hingga pramuka.
Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP M. Taufik Nabila, mengatakan ratusan personel tersebut akan disebar di sejumlah titik strategis untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas selama masa mudik hingga libur Lebaran.
“Personel yang kita siapkan total 397 dari berbagai instansi. Prioritas pengamanan ada di dalam kota dan juga di jalur lintas selatan,” ujar Taufik, Kamis (12/3/2026).
Lima Pos Pengamanan Disiapkan untuk mendukung pengamanan arus mudik, polisi menyiapkan lima pos pelayanan dan pengamanan yang tersebar di beberapa lokasi strategis. Pos tersebut meliputi Pos Pelayanan Lembupeteng, serta Pos Pengamanan Cuwiri, Terminal Tulungagung, Bandung, dan Besuki.
Selain itu, Satlantas juga menurunkan tim urai kemacetan yang dibagi ke dalam empat arah utama pergerakan kendaraan.
“Tim urai kami bagi menjadi empat titik, yaitu barat, utara, timur, dan selatan,” jelas Taufik.
Untuk wilayah barat, petugas difokuskan di Simpang Empat Cuwiri. Sementara arah timur berada di Pasar Ngunut, arah utara di kawasan Ngantru, dan arah selatan difokuskan pada jalur Bandung-Besuki yang menjadi akses menuju Jalur Lintas Selatan (JLS).
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, polisi memprediksi ada dua titik yang berpotensi mengalami kemacetan cukup tinggi selama masa mudik. Kedua titik tersebut adalah Simpang Empat Cuwiri dan Jembatan Lembupeteng yang menjadi salah satu akses utama kendaraan keluar masuk pusat kota Tulungagung.
“Pengalaman tahun lalu yang cukup padat itu di kawasan Cuwiri dan dalam kota,” kata Taufik.
Sementara untuk Jalur Lintas Selatan (JLS) Tulungagung-Trenggalek, kepolisian tetap menyiapkan pengamanan meski diperkirakan tidak seramai saat libur tahun baru.
“Kalau JLS prediksi kami tidak sebanyak tahun baru, tapi tetap kita siapkan pengamanan karena biasanya ada peningkatan kendaraan pada sore hari,” tambahnya.
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, polisi juga menyiapkan rekayasa lalu lintas yang bersifat tentatif, termasuk kemungkinan penerapan contra flow jika terjadi kemacetan panjang.
Selain itu, rekayasa arus juga akan dilakukan di kawasan pertigaan Jalur Lintas Selatan, dengan membagi arus kendaraan menuju dua arah, yakni Campurdarat dan Bandung.
Menurut Taufik, kondisi jalan menuju Campurdarat yang sempat rusak akibat banjir kini sudah mulai diperbaiki sehingga dapat kembali digunakan oleh pemudik.
“Kami sudah cek, perbaikan jalan di Campurdarat sudah mulai bagus sehingga bisa membantu mengurai kepadatan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, polisi juga mengingatkan masyarakat terkait maraknya kereta kelinci yang sering beroperasi di jalan raya. Polisi menegaskan kendaraan wisata tersebut tidak diperbolehkan melintas di jalan umum karena berpotensi membahayakan keselamatan. Meski demikian, penindakan akan lebih mengedepankan pendekatan persuasif.
“Kami tetap mengimbau kereta kelinci tidak boleh di jalan raya. Penindakan akan mengedepankan ETLE, teguran, maupun peneguran tertulis,” jelasnya.
Sementara itu, puncak arus mudik di Tulungagung diperkirakan terjadi pada 16 hingga 17 menjelang Hari Raya Idulfitri. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

