Polres Pasuruan Klaim Telah Berusaha Maksimal Tangani Aksi Begal
Pernyataan itu menanggapi desakan dari Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan untuk meningkatkan patroli
PASURUAN, SJP — Maraknya aksi begal di Pasuruan benar-benar meresahkan masyarakat. Bahkan fenomena ini disoroti oleh salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan, Agus Setiya Wardana.
Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu mendesak pihak kepolisian setempat meningkatkan patroli. Pemerintah di tingkat kecamatan dan desa serta kelurahan juga diminta mengaktifkan kembali sistem keamanan keliling (siskamling).
Atensi Wardana itu bukan tanpa alasan. Sebab pada Sabtu (18/1/2025) lalu, pasangan suami istri (pasutri) asal Desa Kronto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan sempat menjadi korban begal di wilayah Kecamatan Winongan.
Beruntung terduga pelaku akhirnya berhasil ditangkap aparat kepolisian. Penangkapan itu dibenarkan oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Pasuruan, AKP Achmad Doni Medianto.
"Memang benar, kami bersama Unit Reskrim Polsek Winongan telah mengamankan terduga pelaku begal yang ada di Kecamatan Winongan. Kami melakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut. Nanti kita kabari perkembangannya," ucapnya, Senin (20/1/2025).
Lebih lanjut, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak bepergian seorang diri saat malam hari. Terlebih saat melintasi jalanan sepi yang jauh dari keramaian. Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, maka sebaiknya mengajak teman.
"Kami dari Satreskrim Polres Pasuruan akan terus melakukan pengungkapan bila ada kejadian yang belum terungkap," janji AKP Achmad Doni.
Menanggapi desakan dari salah satu anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, AKP Achmad Doni mengaku selalu berusaha mengungkap setiap peristiwa begal dan perampasan motor. Setiap aksi kejahatan di jalanan tidak luput dari atensinya.
Menurutnya, sejauh ini polisi sudah berupaya maksimal dalam melakukan penanganan dan pencegahan aksi begal. Tidak hanya itu, pihaknya juga mengatensi setiap kasus pencurian motor (curanmor) dan aksi pencurian dengan kekerasan (curas).
“Terkait begal ini, kami saling edukasi. Masyarakat juga yang harus jeli dan lebih paham terkait bagaimana berkendara atau situasi-situasi yang dirasa rawan,” tutup AKP Achmad Doni.
Sebelumnya, aksi kawanan begal terjadi di wilayah Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan pada Sabtu (18/1/2025) sore. Hanya berselang sejam setelah kejadian itu, terjadi lagi aksi perampasan motor di Desa Umbulan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan.
Dalam insiden di Kecamatan Winongan itu, Budi Siswanto dan istrinya harus kehilangan motor Honda Scoopy miliknya. Warga Desa Kronto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan itu pun mengalami luka akibat sabetan senjata tajam (sajam). (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

