Kekeringan, Warga Batangan Bangkalan Terpaksa Beli Air Eceran

Dari total 273 desa di 18 kecamatan se-Kabupaten Bangkalan, artinya sekitar 6,96 persen wilayah desa di daerah tersebut kini berstatus terdampak kekeringan.

23 Jul 2026 - 11:53
Kekeringan, Warga Batangan Bangkalan Terpaksa Beli Air Eceran
Warga saat mencari air bersih. (Beritasatu.com)

BANGKALAN, SJP — Dasar air yang tersisa hanyalah lumpur dan lumut. Sumur-sumur warga dan bak penampungan air hujan kini tak lagi menyisa seliter pun air. Begitulah potret krisis air bersih yang melanda Desa Batangan, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Samsiah, salah seorang warga Desa Batangan, menuturkan betapa sulitnya memenuhi kebutuhan mendasar untuk sekadar memasak dan minum.

"Saat ini warga sangat kesulitan mendapatkan air bersih. Sumur dan penampungan sudah kering. Kami hanya bisa mengandalkan bantuan yang datang," ujar Samsiah.

Bagi warga yang memiliki tabungan lebih, membeli air bersih dari penjual keliling dengan harga melonjak menjadi satu-satunya jalur penyelamat. Namun, bagi mayoritas warga, bantuan armada tangki adalah harapan tunggal.

Merespons jeritan warga Tanah Merah yang menjadi wilayah paling terdampak, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bangkalan menerjunkan pasokan air secara rutin.

"PMI Bangkalan mengirimkan bantuan air bersih sebanyak 10.000 liter per hari ke wilayah terdampak. Saat ini kami fokus di Kecamatan Tanah Merah, sementara untuk wilayah lainnya didistribusikan oleh BPBD," kata Staf Bidang Penanggulangan Bencana PMI Bangkalan, Muhammad Al Fayid.

Selain menyalurkan pasokan, petugas di lapangan juga mewanti-wanti warga untuk memperketat penggunaan air. Pasokan yang ada diminta diprioritaskan penuh untuk kebutuhan pokok seperti konsumsi dan sanitasi mendasar.

Desa Batangan hanyalah satu dari puluhan titik krisis di Bangkalan. Data Pemerintah Kabupaten Bangkalan mencatat, dampak puncak musim kemarau ini telah meluas ke 19 desa yang tersebar di 6 kecamatan.

Dari total 273 desa di 18 kecamatan se-Kabupaten Bangkalan, artinya sekitar 6,96 persen wilayah desa di daerah tersebut kini berstatus terdampak kekeringan.

Pemerintah Kabupaten Bangkalan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengonfirmasi bahwa distribusi bantuan air ke desa-desa lain terus dilakukan secara bertahap. Pihak pemda juga meningkatkan kewaspadaan tinggi mengingat potensi bertambahnya desa yang mengalami krisis air jika curah hujan tidak kunjung turun dalam beberapa waktu ke depan. (**) 

Sumber: Beritasatu.com

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow