Polisi Ungkap Kasus Kekerasan Seksual Anak di Blitar yang Dilakukan Orang Terdekat, Begini Tanggapan Dewan

Kasus kekerasan seksual anak di Blitar marak terjadi dan dilakukan oleh orang terdekatnya. Kondisi ini membuat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar Ratna Dewi merasa miris dan prihatin.

07 May 2025 - 18:16
Polisi Ungkap Kasus Kekerasan Seksual Anak di Blitar yang Dilakukan Orang Terdekat, Begini Tanggapan Dewan
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar Ratna Dewi saat ditemui di kantornya. (Foto : Ninda Kinanti)

BLITAR, SJP - Polres Blitar baru saja mengungkap dua kasus kekerasan seksual terhadap anak yang dilakukan oleh orang terdekatnya.

Kasus pertama seorang kakek buyut berusia 74 tahun warga Kecamatan Gandusari tega melakukan persetubuhan terhadap dua cicitnya yang masih duduk di bangku SD.

Kasus kedua, seorang pria berusia 48 tahun asal Kecamatan Kesamben menganiaya dan menyetubuhi anak angkatnya berusia 14 tahun sejak tahun 2021. Di mana, anak perempuan tersebut telah diasuh sejak balita atau berusia 2 tahun.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar Ratna Dewi mengaku miris. Seharusnya, orang terdekat yang notabene merupakan keluarga menjadi panutan dan pelindung bagi anak maupun cicitnya. Namun, justru melakukan tindakan keji yang melukai anak-anak.

"Saya spechless ya, tidak bisa berkata-kata. Apalagi pelakunya ini adalah orang terdekat, yang harusnya jadi pelindung dan panutan," ujarnya, Rabu (7/5/2025).

Ratna menyebut, kondisi ini harus menjadi perhatian dari semua pihak, dan seharusnya hal ini tidak sampai terjadi.

Nantinya, DPRD Kabupaten Blitar melalui Komisi IV akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk menangani kasus ini. Dalam hal ini Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, UPT Perlindungan Perempuan dan Anak serta lainnya.

Tak hanya itu, peran dari orang tua dan keluarga sangat penting untuk melindungi anak-anak dari tindakan kekerasan yang bisa terjadi pada mereka.

"Saya rasa kegiatan sosialisasi kepada wali murid, wali santri, dan orang tua harus masif dilakukan. Jadi, melalui sekolah, pesantren harus digalakkan. Artinya kan ada komunikasi langsung antara tenaga pendidik dan para orang tua," ujarnya.

Seperti diketahui, selain kasus kekerasan seksual terhadap anak, di wilayah Kabupaten Blitar juga baru saja terjadi kasus bullying antar pelajar. Yakni terjadi di wilayah Sanankulon dan Ponggok. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow