Jelang Perayaan Waisak, Patung Buddha Raksasa di Mojokerto Dimandikan
Patung yang biasa disebut masyarakat sebagai Buddha tidur itu memiliki panjang 22 meter, lebar 6 meter, tinggi 4,5 meter dan berwarna kuning emas. Lokasinya berada di tengah kolam ikan area selatan Maha Vihara Majapahit.
MOJOKERTO, SJP - Jelang perayaan Waisak Tahun 2569 Buddhist Era (BE) yang jatuh pada Senin (12/5/2025) mendatang, sederet persiapan sudah dilakukan oleh masyarakat Buddha di Kabupaten Mojokerto.
Salah satunya adalah memandikan Patung Buddha Maha Paranibbana atau Buddha Sleeping yang berlokasi di Dusun Kedungwulan, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
Patung yang biasa disebut masyarakat sebagai Buddha tidur itu memiliki panjang 22 meter, lebar 6 meter, tinggi 4,5 meter dan berwarna kuning emas. Lokasinya berada di tengah kolam ikan area selatan Maha Vihara Majapahit.
Patung Buddha tidur dimandikan dengan air, dengan campuran bunga mawar, melati dan bunga kenanga.
Pantauan di lokasi, ada 5 orang yang memandikan patung Buddha menggunakan air bersih yang dialirkan menggunakan selang. Mereka berasal dari pegawai Maha Vihara Mojopahit maupun warga setempat.
Pandhita Budha Mahavihara Majapahit Saryono mengatakan, memandikan Buddha tidur ini rutin dilakukan dalam menyambut Hari Raya Waisak.
"Kegiatan hari ini persiapan pelaksanaan dalam menyambut Waisak 12 Mei nanti. Ini sudah menjadi agenda rutin tahunan," kata Saryono, saat diwawancarai, Rabu (7/5/2025).
Menurutnya, Patung Buddha tidur ini merupakan penggambaran detik-detik wafatnya Buddha Gautama.
Ia menyebut, Sang Buddha wafat dengan posisi seperti tidur miring ke kanan dengan telapak tangan kanan di bawah kepalanya.
Dia mengatakan, posisi tersebut merupakan kondisi Sang Buddha saat beristirahat sehari-hari.
Saryono menjelaskan, patung Buddha tidur raksasa ini merupakan bagian tak terpisahkan dari Maha Vihara Majapahit.
Bahkan, sambung dia, Buddha tidur ini menjadi salah satu objek pradaksina dalam perayaan Waisak. Yaitu, prosesi mengelilingi objek-objek yang dihormati di area Vihara searah jarum jam dengan posisi objek yang selalu berada di sebelah kanan.
Disinggung ada ritual pemandian patung Buddha menggunakan bunga, Saryono mengatakan, hal itu merupakan ritual sakral yang dijadikan umat Buddha untuk puja bakti.
“Detik-detik Waisak tepat pukul 23.55.59. Tahun ini, Waisak mengusung tema Semangat Kebersamaan Untuk Mengusung Indonesia Maju,” tandasnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

