Polisi di Bondowoso Fasilitasi Pengobatan Korban Ledakan Kembang Api
Selain memberikan bantuan pengobatan, warga juga diimbau untuk memberikan pengawasan ekstra kepada anak-anak agar tidak bermain kembang api dan petasan.
BONDOWOSO, SJP – Korban ledakan kembang api, KU (7) warga Desa Sumber Tengah Kecamatan Binakal Kabupaten Bondowoso yang tidak mampu berobat ke RSUD dr Soebandi Jember, akhirnya difasilitasi oleh Polres setempat.
Diketahui, korban sebelumnya dibawa ke RSUD dr H Koesnadi Bondowoso dan dirujuk ke RS Soebandi Jember. Namun, karena terkendala biaya, akhirnya memilih pulang.
Oleh sebab itu, Polres Bondowoso bertindak untuk memberikan bantuan kepada korban tersebut, dengan penanganan medis yang lebih insentif, melihat kondisi korban sangat memprihatinkan dengan luka bakar yang serius.
Kapolres Bondowoso AKBP Harto Agung Cahyono, melalui Kasi Humas Iptu Bobby mengatakan, Polres Bondowoso merujuk korban untuk dibawa ke RS Bhayangkara dengan biaya gratis dan agar mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal.
“Menindaklanjuti hal itu, Minggu tanggal 13 April 2025 jam 21.00 wib, atas dasar Kemanusiaan dan kepedulian maka Polres Bondowoso berinisiatif memberikan bantuan berupa perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso secara gratis," ujar pria asal Jember ini, Senin (14/4/2025).
Polisi Ungkap Kronologi Kejadian
Kapolres Bondowoso AKBP Harto Agung Cahyono, melalui Kasi Humas Iptu Bobby menjelaskan kronologi terjadinya ledakan kembang api yang menimpa KU (7) warga Desa Sumber Tengah Kecamatan Binakal.
Dirinya menjelaskan, jika bocah perempuan berusia 7 tahun tersebut terkena percikan kembang api mainan, pada Sabtu tanggal 19 Maret 2025 sekira jam 09.30 WIB, saat bermain bersama teman-temannya.
“Kembang api terjatuh masuk ke balik baju korban yang kemudian terbakar, mengetahui hal tersebut, pihak keluarga membawa korban ke Puskesmas Binakal yang kemudian dirujuk ke RSUD dr H Koesnadi Bondowoso,” ungkap Bobby.
Selanjutnya pada hari Minggu tanggal 27 Maret 2025 korban akan dirujuk ke RSUD Soebandi Jember guna menjalani operasi lanjutan. Namun pihak keluarga memilih pulang paksa karena alasan biaya.
“Dikarenakan terkendala biaya operasional dari rumah ke RSUD Soebandi Jember, ketika menemani perawatan korban, akhirnya keluarga korban memilih membawa pulang KU ke rumahnya,” tuturnya.
Melihat kejadian itu, kata Bobby, masyarakat Kabupaten Bondowoso diimbau untuk berhati-hati dan selalu waspada dalam mengawasi buah hatinya. Bahkan, dirinya menegaskan untuk melarang anak-anak untuk bermain kembang api dan petasan.
“Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk memberikan pengawasan kepada anak-anaknya saat bermain, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

