Realisasi Miliaran Dana CSR di Gresik Luput dari Pengawasan Legislatif
DPRD Kabupaten Gresik menyayangkan tidak adanya koordinasi tentang realisasi program CSR di Kabupaten Gresik dengan legislatif
GRESIK, SJP — Rusaknya replika patung gajah mungkur senilai Rp1 miliar menjadi bukti lemahnya pengawasan realisasi program corporate social responsibility (CSR) di Kabupaten Gresik.
Bagaimana tidak, baru lima tahun dibangun sejak 2019 lalu, replika patung gajah mungkur itu menuai kritik masyarakat karena kondisinya sekarang sudah mulai retak.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi membenarkan minimnya pengawasan dan transparansi realisasi CSR di Kabupaten Gresik. Bahkan miliaran dana CSR setiap tahunnya lolos dari pengawasan legislatif.
"Jadi CSR selama ini kita kurang mendapatkan informasi yang komprehensif. Baik dari perusahaan pemberi CSR, maupun penerima CSR pemerintah daerah," ucapnya kepada Suarajatimpost.com, Rabu (7/5/2025).
Hamdi menyebut, seharusnya mekanisme penyelenggaraan CSR dilakukan sampai ke tingkat DPRD. Dengan begitu, realisasi CSR bisa terlaksana dengan baik dan manfaatnya tepat sasaran. Dengan pengawasan legislatif, dapat diketahui nilai kebutuhan dan sasarannya.
"Karena kita selama ini kita tidak pernah tahu," ujarnya.
Hamdi menambahkan, program CSR landmark patung gajah mungkur ini menuai kritik sejak awal pembuatannya pada tahun 2020 lalu. Pasalnya, dua patung gajah yang ada di landmark tersebut dibuat tanpa telinga, mata, dan gading.
Kemudian replika patung gajah mungkur ini kembali mendapat kritik hingga viral di media sosial (medsos) karena biaya pembuatannya yang fantastis. Yakni kurang lebih Rp1 miliar.
Replika patung gajah viral dibandingkan landmark patung biawak di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, yang hanya menelan biaya Rp50 juta. Padahal hasilnya jauh lebih bagus.
Menurut Hamdi, sebagai kota industri, realisasi CSR sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan dan keberlanjutan daerah. Terutama dalam konteks industri. Setidaknya Pemkab Gresik mencatat ada puluhan perusahaan yang sudah bekerja sama dalam program CSR.
"Maka ke depan kami minta dinas terkait untuk bisa melaporkan kepada kami mana saja titik-titik yang mendapat perhatian oleh CSR," pungkas Hamdi. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

