Polemik Alih Fungsi Gedung Kesenian, DKKPro Minta Wali Kota Probolinggo Tinjau Ulang

Rencana alih fungsi Gedung Kesenian Kota Probolinggo menuai polemik. Dewan Kesenian meminta Wali Kota untuk mempertimbangkan kembali rencana itu.

29 Aug 2025 - 22:01
Polemik Alih Fungsi Gedung Kesenian, DKKPro Minta Wali Kota Probolinggo Tinjau Ulang
Dewan Kesenian Kota Probolinggo (DKKPro) saat melakukan audiensi dengan Wali Kota Probolinggo di Ruang Transit Pemkot, Jumat (29/8/2025). (Foto: Rahmad/SJP)

PROBOLINGGO, SJP — Polemik rencana alih fungsi Gedung Kesenian Kota Probolinggo masih berlanjut. Dewan Kesenian Kota Probolinggo mendesak wali kota mempertahankan gedung sebagai ruang budaya.

Audiensi dilakukan Dewan Kesenian Kota Probolinggo (DKKPro) bersama Wali Kota Aminuddin pada Jumat (29/8/2025) di ruang transit Balai Kota, dihadiri perwakilan organisasi perangkat daerah.

Anggota DKKPro, Imam Wahyudi, menekankan pentingnya menjaga gedung tersebut sebagai simbol identitas warga. Dia meminta renovasi dilakukan agar layak dipakai pertunjukan seni.

“Jika gedung kesenian dinilai tidak layak, langkah tepat adalah merenovasinya agar digunakan untuk latihan, pameran, dan pertunjukan seni,” ujar Imam, Jumat (29/8/2025).

Imam menambahkan, fasilitas tenis indoor sebaiknya dibangun baru dengan desain modern untuk menarik minat atlet dari berbagai daerah, tanpa mengorbankan fungsi gedung kesenian.

DKKPro juga mengusulkan pengembangan kawasan budaya terintegrasi di sekitar Museum Probolinggo. Monumen tank, pesawat, kapal, dan kereta api disarankan dipindahkan ke lokasi lain.

Sebagai gantinya, kata DKKPro, amphiteater outdoor dapat dibangun sebagai pusat pertunjukan budaya. Selain itu, kantor Dinas Kebudayaan diusulkan untuk memperkuat kolaborasi seni dan pariwisata.

Joko, perwakilan komunitas seni rupa, mengungkapkan keprihatinan serupa. Menurutnya, perupa lokal hingga kini belum memperoleh ruang memadai untuk menampilkan karya mereka kepada publik.

Menanggapi itu, Wali Kota Aminuddin menegaskan seni dan budaya bagian integral pembangunan kota, sejajar sektor pariwisata. Dia menyatakan telah menyiapkan konsep pengembangan besar.

“Kami juga telah mengajukan proposal tambahan anggaran Rp3 miliar kepada Kementerian Kebudayaan, sehingga total dana diharapkan mencapai Rp6 miliar,” jelas Aminuddin.

Selain itu, Aminuddin menyampaikan rencana pemisahan bidang kebudayaan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk digabung dengan pariwisata serta ekonomi kreatif guna memperkuat sinergi.

Dia menambahkan, pemerintah menyiapkan pembangunan gedung baru di kawasan TRA. Gedung itu diharapkan menjadi pusat kegiatan seni dan keramaian masyarakat Probolinggo. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow