Pohon Raksasa Tumbang Tutup Akses Ponpes PIQ Singosari Malang

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang di wilayah rawan pohon tumbang.

21 Jan 2026 - 08:30
Pohon Raksasa Tumbang Tutup Akses Ponpes PIQ Singosari Malang
Petugas BPBD Kabupaten Malang bersama unsur terkait melakukan penanganan pohon sengon tumbang yang menutup akses jalan menuju Pondok Pesantren Ilmu Al-Qur’an di Desa Tamanharjo, Singosari, Selasa malam (20/1/2026). (Foto : BPBD for SJP)

MALANG, SJP — Cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang yang menerjang wilayah Kabupaten Malang mengakibatkan sebuah pohon sengon berukuran besar tumbang di Desa Tamanharjo, Kecamatan Singosari, Selasa (20/1/2026). 

Insiden ini sempat melumpuhkan total akses utama menuju Pondok Pesantren Ilmu Al-Qur’an (PIQ).

Peristiwa ini berhasil ditangani dengan cepat berkat respons proaktif para santri Ponpes PIQ yang segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengonfirmasi bahwa pohon yang tumbang memiliki dimensi yang cukup besar, yakni tinggi mencapai 17 meter dengan diameter sekitar 70 sentimeter.

"Kami menerima laporan awal langsung dari santri Ponpes PIQ terkait pohon tumbang yang menutup total akses jalan. Akibat hantaman pohon tersebut, infrastruktur publik di sekitar lokasi mengalami kerusakan serius," ujar Sadono, Rabu (21/1/2026).

Selain menutup akses transportasi, tumbangnya pohon sengon tersebut juga membawa dampak ikutan pada fasilitas publik lainnya. 

Akibat peristiwa itu, akses jalan tertutup total oleh material pohon, menghentikan mobilitas menuju lingkungan pondok. 

Sejumlah jaringan listrik dilaporkan padam, sebab tiang dan kabel milik PLN roboh akibat tertimpa batang pohon, dan gangguan pada jaringan Wi-Fi di area terdampak.

Menanggapi situasi darurat tersebut, BPBD Kabupaten Malang segera menerjunkan tim dari Pos Lapangan (Poslap) untuk melakukan pembersihan material. 

Operasi evakuasi dilakukan secara kolaboratif melibatkan berbagai unsur, di antaranya PLN Singosari, PMI, tim Poslap, masyarakat setempat, serta para santri.

"Saat ini, material pohon telah berhasil dievakuasi dan akses jalan sudah kembali normal dan dapat dilalui kendaraan. Namun, untuk jaringan listrik, pihak PLN masih melakukan proses pembenahan dan perbaikan tiang yang roboh," tambah Sadono.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang di wilayah rawan pohon tumbang. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow