PKB Jombang Gelar Mujahadah Akbar, Doakan Keselamatan dan Persatuan Bangsa

Ratusan kader, pengurus, dan simpatisan partai menyatu dalam lautan doa, melantunkan shalawat dan dzikir untuk memohon keselamatan bangsa Indonesia.

01 Sep 2025 - 12:46
PKB Jombang Gelar Mujahadah Akbar, Doakan Keselamatan dan Persatuan Bangsa
Kegiatan mujahadah akbar dan doa kader PKB Jombang untuk keamanan dan keselamatan bangsa. (Ist/SJP)

JOMBANG, SJP – Ratusan kader, pengurus, dan simpatisan partai menyatu dalam lautan doa, melantunkan shalawat dan dzikir untuk memohon keselamatan bangsa Indonesia di aula Graha Gus Dur Kantor DPC PKB Kabupaten, Minggu (31/8/2025) malam. 

Acara yang digelar sebagai bentuk ikhtiar spiritual ini dibuka dengan pembacaan Shalawat Al-Barzanji, memuji Nabi Muhammad SAW, yang menggema khidmat. Tidak lupa, seluruh jamaah juga melaksanakan shalat gaib untuk mendoakan arwah para korban yang meninggal dalam aksi demonstrasi di berbagai daerah baru-baru ini.

Puncak acara terjadi saat Ketua Dewan Syura DPC PKB Jombang, KH. Mahmud Firdaus, memimpin doa istigasah. Dengan suara mengharukan, ia memandu jamaah untuk menengadahkan tangan, memohon perlindungan Allah SWT agar bangsa Indonesia terhindar dari perpecahan dan dikembalikan pada jalan perdamaian. Suasana hening itu pun menyentuh hati, membuat sebagian jamaah tak kuasa menahan tangis.

Sekretaris DPC PKB Jombang, Anas Burhani, atau yang akrab disapa Cak Anas, menegaskan bahwa langkah spiritual ini sama pentingnya dengan ikhtiar politik dan sosial.

“Kami menyadari persoalan bangsa saat ini tidak bisa hanya diselesaikan dengan kebijakan dan diskusi politik semata. Perlu pendekatan yang lebih hakiki, yaitu ‘mengetuk langit’ dengan doa dan shalawat. Inilah senjata utama umat beriman. Melalui mujahadah ini, kami berharap Allah SWT melindungi Indonesia, meredakan gejolak, dan mengembalikan ketentraman serta perdamaian,” jelas Anas. 

Cak Anas juga mengungkapkan bahwa gerakan doa ini tidak akan berhenti di tingkat kabupaten. Seluruh jajaran DPAC hingga ranting PKB di desa-desa telah diinstruksikan untuk menggelar acara serupa.

“Bayangkan kekuatannya jika setiap kampung secara serentak melantunkan doa. Energi positif itu akan menyelimuti seluruh negeri. Setiap kader PKB dan warga Nahdliyin harus memiliki kesadaran bahwa menjaga bangsa bisa dilakukan lewat perjuangan politik sekaligus ikhtiar batiniah,” tambahnya penuh keyakinan.

Bagi PKB, tradisi shalawat dan mujahadah yang berakar dari kultur pesantren ini bukan sekadar ritual, melainkan wujud nyata kepedulian partai terhadap kondisi sosial-politik bangsa yang memanas.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan persatuan bangsa. Meski telah usai, gema shalawat seolah masih terdengar lirih, mengingatkan bahwa ketika doa-doa tulus rakyat bersatu, ia memiliki kekuatan untuk membuka langit, menghadirkan rahmat dan kedamaian bagi Indonesia. (*)

Editor : Danu S

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow