Pimpinan DPRD dan Gubernur Jatim Tinjau Pasar Murah di Bojonegoro, Pastikan Stabilitas Harga Pangan

Berbagai komoditas pangan esensial seperti beras, gula pasir, minyak goreng, telur, hingga tepung terigu disediakan dengan harga di bawah rata-rata pasar.

20 Dec 2025 - 15:30
Pimpinan DPRD dan Gubernur Jatim Tinjau Pasar Murah di Bojonegoro, Pastikan Stabilitas Harga Pangan
Sri Wahyuni saat menyerahkan beras murah yang dibeli warga. (Foto: Abrori/SJP)

BOJONEGORO, SJP — Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Sri Wahyuni, mendampingi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan peninjauan langsung pada pelaksanaan pasar murah di Balai Desa Kapas, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (20/12/2025). 

Agenda ini disebut sebagai langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dalam upaya menekan laju inflasi serta menjaga stabilitas harga pangan di tingkat daerah.

Dalam kegiatan tersebut, berbagai komoditas pangan esensial seperti beras, gula pasir, minyak goreng, telur, hingga tepung terigu disediakan dengan harga di bawah rata-rata pasar. 

Sri Wahyuni menegaskan bahwa legislatif memberikan dukungan penuh terhadap program ini. Sebab, menurutnya kegiatan ini dinilai menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah.

"Kehadiran negara harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Pasar murah ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan solusi nyata untuk meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan pokok di tengah kondisi ekonomi saat ini," ujar Sri Wahyuni di lokasi.

Pimpinan DPRD Jatim tersebut juga mengapresiasi sinergitas yang terbangun antara pemerintah provinsi, kabupaten, hingga perangkat desa. 

Menurutnya, koordinasi yang solid memastikan distribusi komoditas tepat sasaran dan berjalan tertib. 

Ia berjanji bahwa DPRD Jatim akan terus mendorong penguatan anggaran untuk program-program pro-rakyat serupa agar jangkauannya semakin luas.

Senada dengan hal itu, Gubernur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa pasar murah merupakan instrumen konkret sebagai bantalan sosial bagi warga saat terjadi fluktuasi harga pangan.

"Pasar murah ini kami gelar untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga. Harapannya, langkah ini efektif menjadi instrumen pengendali inflasi di Jawa Timur," terang Khofifah.

Antusiasme warga, didominasi ibu rumah tangga, terlihat sejak pagi hari. Siti Aminah (54), salah satu warga Desa Kapas, mengungkapkan bahwa selisih harga di pasar murah sangat signifikan bagi pengeluaran rumah tangganya.

"Alhamdulillah, harganya jauh lebih ringan. Sangat membantu kami untuk mendapatkan beras dan minyak dengan harga terjangkau," tutupnya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow