Petani Probolinggo Menjerit, Pupuk Subsidi Kian Sulit di Musim Tanam

Lambatnya distribusi pupuk subsidi berdampak pada produktivitas pertanian, terutama dalam pertumbuhan padi.

26 Jan 2025 - 16:59
Petani Probolinggo Menjerit, Pupuk Subsidi Kian Sulit di Musim Tanam
Barang bukti pupuk bersubsidi ilegal sitaan Polres Probolinggo. (Armandsyah/SJP)

PROBOLINGGO, SJP - Musim hujan seperti saat ini seharusnya menjadi waktu terbaik bagi petani untuk memulai menanam padi.

Namun kenyataannya, bagi petani di Probolinggo, Jawa Timur, hal itu tak begitu membawa kabar baik. Sebab pupuk bersubsidi yang menjadi andalan petani, justru susah dicari.

Para petani pun khawatir, akan hasil panen kali ini, apakah berhasil atau gagal. Meski kuota pupuk subsidi sudah ditetapkan, kenyataannya petani banyak yang masih kesulitan mendapatkan pupuk tersebut.

Lambatnya distribusi pupuk subsidi berdampak pada produktivitas pertanian, terutama dalam pertumbuhan padi.

Salah satunya, seperti yang dirasakan oleh Rasyid, petani asal Desa suko, Kecamatan Maron.

“Sudah sulit, masih harus melampirkan syarat yang rumit,” keluhnya, Ahad (26/1/2025).

Serupa dengan Rasyid, kondisi Yasin pun tak jauh beda. Air melimpah dan hujan deras yang kerap turun seharusnya menjadi awal baik untuk pertumbuhan padi. Tapi keberadaan pupuk subsidi yang harusnya dijangkau harganya oleh petani, malah cenderung tak terbeli.

“Sulit mendapatkannya, padahal pupuk subsidi itu sangat membantu,” kata Yasin.

Bahkan seandainya mendapatkan pupuk subsidi sekalipun, jumlahnya kadang tak cukup untuk memupuk tanaman seluas lahan yang dimiliki Yasin.

Kondisi itu memaksa petani untuk membeli pupuk secara eceran dengan harga yang lebih mahal. Sebab untuk mendapatkan pupuk subsidi sendiri, petani harus memenuhi sejumlah persyaratan yang kadang susah dipenuhi. Imbasnya, biaya pembelian pupuk makin membengkak.

Petani hanya bisa berharap, kondisi ini segera berakhir. Apalagi baru-baru ini, Polres Probolinggo sudah dua kali membongkar praktik ilegal distribusi pupuk bersubsidi.

Upaya itu diharapkan bisa maksimal dalam membongkar kebobrokan dan carut marut penjualan pupuk bersubsidi.

Seperti diketahui, Kabupaten Probolinggo, tahun 2025 mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 62.732.000 kilogram atau 62,7 ribu ton. Rinciannya, 30 ribu ton urea, 28,3 ribu ton NPK, dan 4,3 ribu ton pupuk organik.

Dinas Pertanian setempat mengalokasikan pupuk bersubsidi ke 24 kecamatan berdasarkan dua hal. Di antaranya, luas baku lahan sawah yang dilindungi dan penetapan LP2B di kecamatan dan serapan pupuk bersubsidi tahun sebelumnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow