Petani dan Penjual Bunga di Kota Batu Kelabakan Hadapi Lonjakan Permintaan saat Panen Menurun

Amelinda Safitri pemilik Supermoon Florist salah satu usaha bunga potong di Desa Sidomulyo pada Selasa (20/5/2025) mengaku setiap harinya mereka harus memenuhi permintaan hingga 7000 tangkai bunga, namun hasil panen hanya mampu mencapai 500 tangkai saja. Padahal di hari biasa, jumlah panen bisa mencapai 3.500 tangkai per hari.

20 May 2025 - 19:02
Petani dan Penjual Bunga di Kota Batu Kelabakan Hadapi Lonjakan Permintaan saat Panen Menurun
Supermoon Florist yang keteteran memenuhi kenaikan daya beli (Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP - Masa peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau atau pancaroba menjadi tantangan berat bagi para pelaku usaha bunga potong di Kota Batu. Di tengah peningkatan daya beli masyarakat, terutama untuk keperluan dekorasi dan pengiriman antarkota, para petani justru dihadapkan pada penurunan hasil panen yang cukup signifikan.

Amelinda Safitri pemilik Supermoon Florist salah satu usaha bunga potong di Desa Sidomulyo pada Selasa (20/5/2025) mengaku, setiap harinya mereka harus memenuhi permintaan hingga 7000 tangkai bunga, namun hasil panen hanya mampu mencapai 500 tangkai saja. Padahal di hari biasa, jumlah panen bisa mencapai 3.500 tangkai per hari.

"Kalau pancaroba begini jelas turun drastis panennya. Sekitar ampai 500 tangkai sehari itupun sudah bagus, kerusakan tanaman akibat hujan lebat dan angin kencang menjadi penyebab utama turunnya produksi," urainya.

Ia juga mengaku bahkan eberapa lahan bahkan tidak menghasilkan bunga sama sekali. Hal ini membuat para pelaku usaha harus memutar otak untuk memenuhi lonjakan permintaan, yang sebagian besar berasal dari luar daerah seperti Bali.

Ia menambahkan bahwa kerja sama antar petani dan pembelian bunga dari luar menjadi solusi sementara untuk menjaga pasokan tetap tersedia. Selain itu cara yang dilakukan untuk melakukan pembatasan permintaan juga dengan menaikkan harga bunga.

"Harga bunga yang biasanya dijual Rp 1.500 per tangkai kini naik menjadi Rp 2.500. Meski begitu, para pelaku usaha berupaya menjaga agar harga tetap dalam batas wajar agar tidak kehilangan pelanggan sekaligus membatasi permintaan," imbuh Amel.

Oleh sebab itu, di yengah kerentanan sektor pertanian bunga terhadap perubahan cuaca, terutama di masa ketika permintaan pasar terus meningkat. Ia berharap ada solusi jangka panjang agar pasokan tetap stabil tanpa mengorbankan kualitas maupun keberlanjutan usaha. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow