Pesona Candi Gambar Wetan di Lereng Kelud, Warisan Majapahit
Candi Gambar Wetan di lereng Kelud, Blitar, menyimpan keunikan arsitektur dan relief yang menggambarkan kehidupan nyata masyarakat Majapahit. Situs ini menjadi saksi dua era penting Majapahit, dari masa Hayam Wuruk hingga Ratu Suhita.
BLITAR, SJP – Di balik rimbunnya pepohonan di lereng Gunung Kelud, berdiri sebuah peninggalan agung Kerajaan Majapahit yang seolah tersembunyi dari perhatian publik.
Namanya Candi Gambar Wetan, sebuah situs bersejarah yang menyimpan keindahan sekaligus misteri, terletak di Desa Sumbersari, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.
Keberadaan Candi Gambar Wetan menghadirkan pesona ganda: wisata sejarah dan wisata alam. Udara sejuk pegunungan, panorama hijau yang menghampar, hingga nuansa sakral candi, menjadikannya berbeda dari situs-situs Majapahit lainnya. Namun, karena lokasinya cukup pelosok, jumlah pengunjung yang datang masih terbatas.
Ida, seorang wisatawan, mengaku baru pertama kali berkunjung meski sudah lama mendengar kabar tentang situs ini.
“Sudah pernah dengar, tetapi baru kali ini saya melihat langsung. Ternyata memang menakjubkan karena candinya berada di atas perbukitan yang sejuk, meski untuk sampai ke sini butuh usaha ekstra karena jalannya belum diaspal,” ujarnya saat datang bersama dua anaknya, Senin (9/9/2025).
Keistimewaan Candi Gambar Wetan juga diakui oleh arkeolog BPK Wilayah XI Jatim, Nugroho Harjo Lukito. Menurutnya, arsitektur candi ini unik karena memadukan lanskap alami dengan bangunan bertingkat yang berbeda dari kebanyakan peninggalan Majapahit.
“Di sini ada punden berundak seperti di Candi Penataran, tetapi yang membedakan adalah bentuknya benar-benar bertingkat. Kalau di Penataran hanya dipisahkan sekat pembatas, di Candi Gambar Wetan bangunannya terwujud secara nyata,” jelas Nugroho.
Lebih jauh, Candi Gambar Wetan juga memamerkan relief yang jarang ditemui di situs Majapahit lain. Relief tersebut tidak sekadar menampilkan mitologi, melainkan kehidupan nyata masyarakat kala itu, dari ritual bertani, menanam, panen, hingga menghadapi rintangan di ladang.
“Relief di sini merekam kehidupan masyarakat lokal secara nyata. Ini sangat berharga karena memberikan gambaran keseharian warga Majapahit, bukan hanya mitologi atau kisah dewa-dewi,” tambahnya.
Jejak sejarah yang terpahat di candi ini pun menunjukkan bahwa Gambar Wetan menjadi saksi bisu dua era penting Majapahit. Pada lapik arca dwarapala sisi kanan, terdapat angka 1360 Saka atau 1438 Masehi, sezaman dengan pemerintahan Ratu Suhita (1429–1447 M).
Sedangkan pada lapik dwarapala lainnya, ditemukan pahatan 1299 Saka atau 1377 Masehi, yang bertepatan dengan masa kejayaan Raja Hayam Wuruk (1351–1389 M).
Dengan keunikan arsitektur, kekayaan relief, dan catatan sejarahnya, Candi Gambar Wetan bukan hanya sekadar bangunan kuno, tetapi juga warisan peradaban yang merekam jejak emas Majapahit di lereng Kelud. (**)
Editor: Rizqi Ardian
Sumber: Beritasatu.com
What's Your Reaction?

